Bertahan

Semangat pagi ^^
Selalu ada rindu terselip diantara doa-doa di pagi hari...
ciat ciaaahhh pagi pagi uda baper..

Akhirnya keputusan yang kuambil adalah bertahan disini, dan sedikit mengurangi harapan untuk berpindah pekerjaan... ya at least sampai saatnya tiba, dimana kamu sudah mendapatkan tempat kerja yang lebih baik dari sekarang, dan siap untuk menikahiku.. dan saat itu mungkin aku akan mencoba mencari pekerjaan di tempat kamu berada, atau aku membuat pekerjaan sendiri, supaya aku bisa leluasa menemanimu di setiap pekerjaanmu.. apalagi kalau nanti pekerjaanmu membuatmu sering berpindah kota, well aku sih gak masalah kamu mau kerja dimana aja, mau pindah-pindah pun aku oke aja, selama aku ikut,, hahaha :D kalau aku ditinggal ya gak mau dongse... ini berlaku kalau sudah nikah lo yahh.. kalau untuk saat ini, kita kan belum ada ikatan yang halal.. jadi aku akan bersabar dan bertahan.

Tapi... aku masih berharap, kalau misal nanti ada pekerjaan yang bener2 aku mau, cucook sama aku, dan aku bisa mendapatkannya ya aku akan pergi dari sini, meskipun itu jika aku belum menikah denganmu...
gapapa dong selama masih ada kesempatan kan... aku juga mau ngebahagiain diriku sendiri, ya karna menurutku aku bertahan disini bukan untukku, bukan karna aku tak bisa mendapatkan pekerjaan lain di luar sana... aku bertahan karna pertimbangan dari orang tua dan kamu... nggak, aku gak menyesal jalanin ini demi kalian... yah mungkin nanti jika aku sesekali mulai mengeluh, tegur aku.. ingatkan aku yah..

keinginanku ke depan untuk menjadi wanita kuat, dewasa dan dapat mengambil keputusan sendiri. terima kasih telah dukung keputusanku.. ^^

semoga apapun konsekuensi akan dijalani dengan penuh ikhlas... Aamiiin..

Decision

Beberapa kali aku di tempatkan pada posisi dimana aku harus memilih, whether to stay or leave...
Bukan suatu pilihan yang mudah untuk diputuskan, karena bakal ada banyak konsekuensi yang mengikuti tiap pilihan itu..
Menimbang hal-hal positif dan negatif dari keduanya. keegoanku masih cukup besar.. rasa ingin bebas itu ada.. tapi aku juga harus mempertimbangkan pendapat orang lain.. because you're not live alone and you only live once.. fiuh *menghela nafas panjang*

should I cry? but it will not help.. it will not solve the problem..

actually I've decide that I'll leave, but what's the hardest thing is when my father want me to stay... I dont know why, he and I sometimes have opposite choice, but what I've done was live in his choice.. then I regret it..
I wont regret anymore..

Sedikit Pencerahan untuk Wanita yang sedang menunggu

Ketika perasaan sedang bercampur aduk, tidak tahu harus bagaimana, terutama setelah pembicaraan kemarin itu, bahwa pada intinya kamu masih butuh waktu untuk datang menemui orang tuaku, aku menemukan artikel "Kemapanan dan Harga Diri Laki-Laki"
dan semoga ini bisa membuatku lebih mengerti alasanmu...
dan semoga aku bisa mendampingimu dalam mencapai semua target-targetmu itu..

Here the article...

Kemapanan adalah harga diri laki-laki. Jika kemapanan itu diidentikan dengan materi, maka kemapanan materi menjadi harga dirinya. Sebab diluar sana ada laki-laki yang mengartikan kemapanan itu lebih sulit lagi, kemapanan agama. Aku sulit mendefinisikannya, tapi aku tahu seperti apa kemapanan agama itu. Tapi, mari kita kesampingkan dulu hal itu, kita bahas dibelakang.

DItengah era kapitalisme seperti saat ini. Materi memiliki peranan penting bagi laki-laki. Itulah harga dirinya di depan orang tua sang perempuan. Hal yang bisa membuatnya berani mendatangi rumahnya dan mengucapkan lamaran. Hal yang bisa membuatnya berdiri tegak dan percaya diri di hadapan sang wali. Menyatakan kehendaknya dan berani menjamin kehidupan anak perempuannya kelak tidak akan kesulitan materi. Setidaknya sandang-pangan-papannya terpenuhi.

Dan ditengah era kapitalisme ini, (kebanyakan) orang tua tidak akan rela melepaskan anak perempuannya kepada laki-laki yang tidak jelas kemana hidupnya. Setidaknya semuanya distandarkan pada pekerjaan yang dimilikinya saat ini. Bagaimana menghidupi anak perempuannya yang selama ini hendak dibuat sempurna hidupnya. Tidak rela membiarkan anaknya dibawa hidup susah. Meski, sang anak tidak masalah dengan semua itu.

Dan bicara mengenai harga diri, jangan sekali-kali mengusikanya. Ketika ia jatuh, ia tidak lagi menjadi laki-laki. Seperti kasus dari cerita seorang teman. Ketika istri memiliki posisi tinggi dengan gaji sebulan serasa satu tahun kerja. Laki-lakinya diminta tinggal dirumah. Mengurus anak, mencuci baju, menjaga rumah. Sangat ekstrim memang. Hingga pada akhirnya laki-laki ini benar-benar kehilangan kendalinya, ia tidak bisa mengontrol dan membimbing istrinya sendiri. Hilang harga diri dikeluarga besarnya.

Kemapanan membuat laki-laki lebih berani. Mari kita saksikan, laki-laki dengan kemapanan lebih berani mendatangi perempuan yang dia idamkan. Beda dengan laki-laki yang masih tidak bisa menanggung hidupnya sendiri. Susah payah mencari rejeki yang dijanjikan. Mana berani dia datang ke orang tua perempuan. Ditanya apa jaminan bagi anak perempuannya. Hilang kata ditenggorokan.

Itulah sebabnya laki-laki, pada umumnya, begitu mengejar kemapanan. Hingga usia diatas 25 masih belum memutuskan hendak mengambil teman hidup. Ada hal yang menurutnya belum terpenuhi, dan lagi-lagi soal materi. Dan standar kemapanan setiap laki-laki tidak sama.

Kemapanan ini adalah harga diri laki-laki. Ketika kamu bertanya, kenapa sih lama  banget gak dilamar aja dan dia menjawab, “aku belum mapan”. Maka tahanlah amarahmu, memang seperti itulah laki-laki pada umumnya. Dia hanya ingin memastikan semuanya baik-baik sejak awal. Cukup sulit mengubah paradigma umum seperti ini. Bahwa laki-laki harus memiliki pekerjaan tetap dahulu, memiliki rumah tinggal, atau apapun itu sebagai bukti bahwa dia bisa menjamin kehidupan seseorang.

Kemapanan ini membuat bahunya berdiri tegak dihadapan teman-temannya. Tidak akan direndahkan posisinya hanya karena kekurangan daya. Dihormatinya dia karena kemapanannya itu.

Dan selalu ada anomali di dunia ini kan?

Pemahaman hidup tiap laki-laki tidak sama, pemahaman orang tua pun tidak sama. Ada dan selalu ada yang mengartikan kemapanan itu bukan sebagai materi. Tapi kemapanan agama. Maka aku ingin kabarkan sedikit kepadamu, bahwa diluar sana ada laki-laki yang melihat materi tidak lebih dari dirimu. Dan selalu ada orang tua perempuan yang paham bahwa ada yang lebih utama dari sekedar kemapanan materi laki-laki. Aku banyak menemui ini, orang-orang yang percaya bahwa kemapanan materi bukanlah standar yang layak untuk diambil.

Meski begitu, laki-laki akan terus berupaya mencapai kemapanan materi. Sekedar untuk memastikan hidupmu dan anak-anakmu kelak tidak akan kesusahan. Maka bersyukurlah perempuan yang mampu mendampingi proses kemapanan itu. Karena tidak semua laki-laki mau mengajakmu bersusah payah untuk itu, mereka pada dasarnya ingin memastikan semuanya telah kokoh sejak awal.

Kepercayaan itu penting untuk kau berikan berikan kepadanya. Dan sekali-kali, janganlah merendahkan harga dirinya. Bagi laki-laki pada umumnya, harga dirinya tidak bisa ditawar oleh apapun. Sebab itulah bentuk kelaki-lakiannya. Dukunglah proses itu dan jagalah harga dirinya. Jagalah harga diri itu dihadapannya dan dihadapan orang lain. Percayalah, dengan begitu kau akan mendapatkan hati dan cintanya. Sekalinya dia mencintaimu, dia akan menjadikanmu ratu.
Meski aku tahu, bagimu tidak masalah laki-laki datang kepadamu dengan ketidakmapanannya. Dan kamu ingin sekali memberikan peranan untuk mencapai kemapanan itu, bersama-sama. Tidak semua laki-laki memahami ini. Tidak semua orang tua perempuan paham seperti ini. Tidak semua laki-laki pula percaya begitu saja pada kata-kata suci ini, bahwa kemapanan iman jauh lebih penting dari harta dan intan berlian.
Maka, aku sarankan kamu mencari laki-laki yang memiliki pemahaman yang baik. Agar hidupmu kelak tidak hanya mengejar dan memenuhi materi. Agar dalam keluargamu kelak, tidak semuanya distandarkan pada materi. Agar kelak, tidak disibukkan dengan mencari materi. Carilah yang benar-benar memiliki pemahaman yang baik. Kamu tahu kan cara mencarinya?

Dan ini ada pendapat dari sudut pandang wanita di artikel "Kemapanan Karakter"

Ada hal yang jauh lebih penting daripada kemapanan itu sendiri. Teman baikku menyebutnya sebagai modal kemapanan. Sesuatu yang tidak berubah dari jaman dulu hingga ribuan tahun mendatang. Modal kemapanan itu adalah karakter. Tentu saja karakter yang baik. Kemapanan berupa kekuatan finansial akan berubah seiring waktu, dia tidak melekat secara utuh. Bisa tiba-tiba hilang begitu saja.

Karakter melekat pada diri dan ada di dalam diri manusia. Sedangkan kemapanan materi berasa dari luar diri manusia, bisa hadir dan bisa hilang dengan mudah, tidak melekat.

Karakter seperti jujur, bertaqwa, baik, santun, lemah lembut, ulet, pekerja keras  dll sifatnya jauh lebih abadi dibanding kemapanan itu sendiri. Kemapanan finansial bisa didapat melalui karakter-karakter baik itu. Meski bisa juga terjadi seseorang menjadi kaya raya karena mendapat banyak warisan dari orang tuanya. Akan tetapi, jika ia tidak memilki karakter baik itu, lihatlah berapa lama semua kekayaannya akan bertahan. Atau mungkin juga harta benda seseorang hilang sekejar karena bencana alam atau sejenisnya. Untuk makan pun tidak ada. Apa yang membuatnya bisa bertahan dan bangkit? Karakter baik lah yang akan membuatnya mampu melalui semua proses itu.

Parameter mapan akan selalu berubah dan hampir tidak ada tolok ukur pastinya. Setiap orang berbeda. Akan tetapi, modalnya tetap sama. Yaitu karakter baik. Itulah mengapa memilih seseorang dengan karakter yang baik jauh lebih penting daripada soal kemapanan itu sendiri.

Materi yang didapatkan dengan modal karakter baik akan memiliki nilai keberkahan, karena dia akan menjaga segala sumber materi itu agar mengalir melalui cara-cara yag berkah. Tidak hanya sekedar dapat dan asal melimpah.

Laki-laki banyak yang abai dalam mempersiapkan karakter ini. Lebih sibuk mempersiapkan diri dengan hitungan rupiah dan memiliki rumah atau semacamnya. Sementara pendapat teman baik saya ini sendiri mematahkan keyakinan saya soal materi dan kemapanan.

Perempuan, pada dasarnya tidak begitu melihat kemapanan finansial sebagai sesuatu yang harus dan wajib. Namun melihatnya sebagai sebuah bukti kesiapan. Laki-laki yang siap secara finansial untuk memberi nafkah tentu baik.

Namun, perihal karakter ini benar-benar telah memporak-porandakan apa-apa yang selama ini menjadi salah dan terlalu berlebihan. Bahwa karakter baik akan mengantarkan seorang laki-laki ke dalam segala kesiapan baik batin maupun fisik. Tidak melakukan penundaan atau bahkan meminta seseorang perempuan untuk menunggu hanya karena alasan belum siap secara finansial. Karakter baik ini akan menjauhkan seseorang dari prasangka buruk dan ketakutan soal rejeki. Bahwa rejeki itu akan dijamin selama ia mau mengusahakan.

Kata teman baik saya, tidak penting berpenghasilan tetap, yang terpenting tetap menghasilkan. Orang dalam hal ini laki-laki dengan karakter baik akan tahu dimana tanggungjawabnya.

Tidak hanya sebagai seorang suami saja dan juga kelak ketika menjadi ayah. Tidak hanya pandai ‘membuat anak’ tapi juga ikut serta dan pandai mendidik anak. Teman baik saya menambahkan, hampir tidak ada kisah cinta yang terbaik dalam sejarah yang menceritakan soal kemapanan finansial sebagai tolok ukur utama. Wanita-wanita utama dalam islam pun tidak memilih seseorang lantaran kekayaannya, namun ketaqwaan dan keimanannya. Sesuatu yang jauh lebih abadi daripada materi. Sesuatu yang akan membuat seorang laki-laki mau berusaha keras dan sadar kewajibannya.

Lalu bagaimana caranya melihat karakter seorang laki-laki, pertanyaan ini tentu akan menjadi berbeda. Tidak ada rumus khususnya karena karakter itu akan muncul dengan sendirinya. Sesuatu yang alami dan berjalan dibawah kesadaran.

Gunakan mata hati kita untuk melihat. Betapa banyak sebenarnya laki-laki baik di sekitarmu. Juga betapa banyak laki-laki yang pura-pura baik, menutup-nutupi segala kekurangannya dan melipatkangandakan segala kelebihannya sebagai mana para pencinta yang mabuk oleh romantika masa muda yang melenakan itu.

Karakter yang baik akan memberikan kesadaran bahwa mencintai itu bukan hanya soal waktu, namun soal keimanan dan ketaqwaan. Bahwa mencintaimu tidak dan jangan sampai mengkhianati Tuhan. Apalagi menentang segala aturan-Nya. Cinta yang baik akan lahir dari karakter seseorang yang baik.

Hormonal Changes and Your Skin

Berapapun umur kita, 20 tahun ataupun sudah diumur 60an tahun, ada perubahan kulit secara hormonal yang dialami oleh setiap wanita.

Women and hormones go hand in hand.. Melalui semua tahap kehidupan yang bermacam-macam, apakah itu pubertas, kehamilan ataupun menopaus, tubuh kita mengalami perubahan signifikan karena perubahan hormonal. dan perubahan di tubuh kita akan membawa dampak perubahan yang berbeda pada kulit. pada umur 20 tahun atau mulai memasuki umur 60 tahun, ada perubahan kulit secara hormonal yang akan dialami.

Untuk kebanyakan dari kita, ketika berumur 20an, 30an tahun, kulit kita cukup sehat.. Kolagen dan tingkat elastin (glikoprotein yang elastis dan berserat yang ditemukan dijaringan ikat) adalah positif dan masih terus diproduksi. Biasanya kita tidak memiliki masalah besar terhadap kerut wajah atau perubahan warna dan kulit kita terjaga penampilannya sangat muda. Tetapi ketika hormon kita mulai terjadi fluktuasi, kita akan mengalami perubahan kulit hormonal.

Seiring berjalannya usia kita, kulit akan berubah dan beberapa perubahan terjadi pada hormon kita. Sederhananya, hormon adalah pesan kimia yang diproduksi di ovarium, kelenjar adrenal dan kelenjar tiroid, dan ini dapat mempengaruhi jaringan tertentu di tubuh.

Wanita beruntung dapat pergi ke perawatan kulit dan banyak pabrik yang menjual produk-produk wanita untuk dapat melawan perubahan hormonal tersebut. Menopause memang yang paling populer, tetapi perubahan dapat terjadi sebelum menopause. Wanita di awal umur 20 tahun dapat mengalami efek negatif dari perubahan hormon melalui perubahan yang bervariasi terhadap kulitnya.

Kondisi kulit yang umum dialami akibat hormon, diantaranya:

  • Blemish and Breakout
Salah satu pengaruh hormonal terhadap kulit kita biasanya dalam bentuk jerawat. kamu akan mengalami sedikit jerawat kecil atau breakout dalam jumlah besar. Dalam kasus lain, breakout sepertinya muncul dalam waktu yg sama ketika periode bulananmu. ini adalah masalah kulit terbesar yang dialami wanita muda di usianya 20th dan 30th, tubuh cenderung dalam kondisi reproduksi, yang langsung berkaitan dengan hormon. Breakoutnya akan menonjol di daerah pipi bawah, dagu, dan sepanjang garis rahang. tetapi, mereka juga dapat muncul di lengan atas dan di punggung juga. Untuk membantu membersihkan kulit berjerawat, gunakan produk OTC anti-acne. Jika masalahnya serius, temui ahli kulit untuk tahu lebih tepat penyebab sebenarnya dan memutuskan solusi terbaik untukmu.

  • Kulit berminyak
Selama beberapa waktu tertentu dalam bulananmu ketika hormonmu mulai menggila, kamu akan menyadari kulitmu mulai terlihat dan terasa berminyak. perubahan hormon bulanan mendorong saluran minyak memproduksi minyak lebih banyak daripada yang biasanya. jadi, ketika periode bulanan produksi minyak akan berlebih dan menambah minyak di kulit kita. Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan kulitmu dengan pembersih muka untuk kulit berminyak. Carilah pembersih yang tidak hanya menghilangkan kelebihan minyak dari permukaan saja, tetapi yang juga dapat mengurangi produksi sebum juga. Dan gunakan tissu untuk membantu menghilangkan minyak secepatnya ketika membersihkan muka.

  • Kulit gatal dan kering
Jika kamu pernah hamil, kamu pasti ingat ketika kulitmu terasa kering dan tidak nyaman daripada biasanya. Ini hal yang biasa terjadi pada kebanyakan wanita dan sangat normal. Kulitmu melar/stretching karena ada dedek bayinya dan ada pertambahan berat badan. dan melarnya dan kulit yang tertarik menyebabkan sedikit kering dan gatal. Jaga kulitmu tetap lembab dengan body lotion yang kaya akan moisturizer. ini akan menjaga kulitmu lebih fleksibel dan membantu meringankan keinginan menggaruk. gunakan bodylotion segera setelah mandi ketika kulitmu masih lembab untuk hasil yang bagus.

  • hyperpigmentation
Kondisi kulit akibat hormonal yang lainnya ketika hamil adalah hyperpigmentation atau perubahan warna kulit. Terkadang kamu akan menyadari dada, ketiak dan beberapa daerah tertentu di wajahmu mulai menggelap selama hamil. tanda lahir atau luka yang ada juga mulai menggelap pada saat itu. perubahan kulit iini mulai memudar ketika bayi lahir, tapi kamu butuh lebih sabar karna akan membutuhkan waktu untuk hormonmu berubah dan kulitmu berubah kembali seperti keadaan sebelum hamil. hiperpigmentasi ini tidak hanya terjadi pada saat hamil, bahkan ketika kamu mengonsumsi pil kb pun kamu akan mengalami penggelapan kulit. tanyakan pada ahli kulitmu tentang produk perawatan kulit yang dapat membantu untuk mencerahkan titik2 hitam dengan menghambat produksi melanin. Melanin ini yang menyediakan pigmentasi untuk kulit. ada beberapa produk obat yang tersedia untuk mengataasi hiperpigmentasi dan perubahan warna kulit lainnya.

Setiap wanita akan mengalami perubahan kulit akibat hormonal. Makan pola makan yang bernutrisi, hidup sehat aktif dan melakukan perawatan kulit harian adalah langkah baik yang dapat dilakukan wanita.
Remember, the healthiest skin is always the most beautiful ^^







Topeng Kepribadian

Tanpa disadari kita atau sebut saja aku memiliki dua kepribadian, di tempat kerja atau di rumah dalam keseharian bisa berbeda.. Kepribadian kita mempunyai dua lapisan, asli dan topeng. Tuntutan lingkungan atau pekerjaan yang membuat kita menggunakan topeng kepribadian.
Topeng kepribadian ini bisa saja terus melekat di diri kita ketika kita terlalu nyaman dengan kepribadian topeng tersebut yang selalu kita pakai di depan orang. Atau bisa saja kita hanya menggunakan topeng kepribadian di saat-saat tertentu, kemudian berubah menjadi kepribadian aseli lagi ketika menemukan lingkungan nyaman dan tidak menuntut kita menggunakan topeng. Kemungkinan yang lain adalah kita tertekan dan tidak nyaman dengan kepribadian topeng yang dipaksakan. Jika sudah begini sebaiknya kita tidak memilih pekerjaan yang tidak cocok dengan kepribadian kita. karena hal seperti ini hanya akan membuat kita stress dan menghambat produktivitas kerja
Kepribadian topeng bukan berarti lebih buruk ataupun lebih baik dari kepribadian asli kita. Semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Selama digunakan dalam hal yang positif, menggunakan topeng bukan berarti membohongi diri kita sendiri. Sebab membohongi diri kita sendiri adalah ketika kita tidak menerima diri kita apa adanya (sesuai takdir). Akan jadi tidak masalah, ketika kita menggunakan topeng kepribadian dalam hal beradaptasi dengan lingkungan dan untuk mempermudah dalam menyelesaikan masalah tanpa harus menolak siapa diri kita sebenarnya. Perlu diingat : "Orang yang sehat secara mental adalah orang yang mampu menerima dirinya serta takdir apapun yang menimpa dirinya" dikutip dari Nafis Mudrika-

menurutku yang lebih bahaya lagi ketika kita sudah tidak bisa membedakan mana kepribadian asli kita dan mana yang kepribadian topeng...

Kumpulan Tulisan KG (part2)

Ada Kalanya
Ada kalanya, dalam sibuknya aktivitas kita. Kita merasa kosong lantas bertanya untuk apa semua ini kita lakukan. Ada kalanya, dalam sepinya hari yang kita jalani. Kita merasa lelah lantas bertanya kemana perginya orang-orang.
Ada kalanya kita ingin sendri. Ada kalanya kita ingin berteman. Sayangnya, tidak semua orang mampu mengerti keadaan kita, terutama keadaan hati. Ada kalanya kita ingin dibiarkan, tidak ditanyai, bahkan tidak perlu dipedulikan. Kita hanya ingin demikian meski tanpa alasan.
Ada kalanya kita berpikir bagaimana rasanya menjadi seperti dia atau mereka. Ada kalanya kita pun ingin tahu tentang banyak rahasia. Sampai kita lelah.
Ada kalanya, kita sibuk dengan pikiran kita sendiri. Menertawakan kesendirian kita yang begitu mencekam. Betapa mengerikannya pikiran orang yang sendirian.
Hidup itu adalah kala adanya kita dunia ini berubah, Tuhan tidak bercanda saat menciptakan kita sementara kita menjalani hidup dengan bercanda. Besok mungkin kala kita tiada, kita berharap ada kesempatan untuk mengulang semua ini.
Ada kalanya kita takut mati, ada kalanya kita seolah-olah ingin mati saja. Sudah ku katakan, betapa mengerikannya pikiran orang yang sendirian.


Esok
Esok, ketika kekecewaan dan kesedihan hari ini membuat kita tersenyum. Tersenyum karena kita mengerti dan memahami mengapa kesedihan dan kekecewaan itu harus kita alami hari ini. Kita bersyukur bahwa apa yang terjadi hari ini mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang hakiki.

Esok, ketika segala penolakan yang kita terima membuat kita tersenyum. Tersenyum karena kita menyadari bahwa penolakan itu membuat kita menemukan apa yang sejatinya untuk kita, kita menemukan ketulusan yang kita cari susah payah hari ini.

Esok, ketika segala pengorbanan kita membuat kita lega. Karena tidak ada yang sia-sia dari sebuah perjuangan dan kita menyadari bahwa apa yang sedang kita korbankan hari ini, entah itu waktu kita, tenaga kita, bahkan perasaan kita. Esok, seluruhnya tergantikan dengan sesuatu yang tak terduga dan itu membuat kita merasa pengorbanan ini terasa sangat berharga.

Esok, ketika kita telah sampai pada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan hidup kita hari ini. Menjadi apa nanti? Siapa pendamping hidup kita? Berapa anak kita? Kerja dimana? Tinggal dimana? dan segala pertanyaan yang membuat kita resah. Kita memahami bahwa keresahan itu membuat doa-doa kita lebih memiliki kekuatan, lebih tulus, dan lebih berserah.

Esok, apa yang terjadi dalam hidup kita hari ini. Akan kita pahami esok hari. Terus melangkah, meski melelahkan, meski menyita perasaan. Tujuan itu tidak akan kemana-kemana. Jangan berhenti, nanti tidak sampai :)

Memulai
Selalu ada awal untuk segala sesuatu. Segala sesuatu di dunia ini memiliki awal. Cita-cinta kita juga butuh awal, awal untuk memulai langkah menujunya. Langkah pertama itu berat, tidak semua orang bisa memulai.
Hari ini, langkah itu dimulai. Sebagaimana setiap keputusan pasti memiliki resiko, memiliki konsekuensinya masing-masing. Siapkan diri dan hati untuk apapun yang nanti terjadi atas keputusan yang telah kita ambil.
Hari ini, kita belajar bahwa memulai langkah itu berat. Menjalaninya pun juga tidak mudah. Kita membutuhkan banyak doa untuk melangkah, kita membutuhkan banyak dukungan untuk terus berjalan.
Saat langkah itu dimulai, esok hari tidak akan lagi sama. Saat langkah itu diambil, masa depan akan perlahan berubah. Bukankah Allah akan mengubah keadaan suatu kaum bila kaum itu berusaha untuk mengubahnya?
Langkah pertama itu akan menentukan takdir mana yang akan kita jalani. Takdir mana yang nantinya akan menjadi jalan cerita.
Butuh keberanian bagi manusia untuk memulai. Bahkan ada yang mengumpulkan keberaniannya beberapa tahun. Hanya untuk mengucap sepatah kalimat, menemui seseorang, atau memperjuangkan seseorang.
Selalu ada awal untuk segala sesuatu. Jangan sampai esok hari kita menyesali hari ini, saat kita sebenarnya bisa memulai dan kita tidak memulainya.
Bismillah untuk setiap langkah apapun yang ingin kita perjuangkan, sekolah, impian, bahkan kehidupan yang kita damba, keluarga, apapun itu. Buat langkah pertama itu sebaik mungkin agar ia menjadi parameter untuk langkah kita berikutnya. Jangan salah memulai, hati-hati.
Semoga Allah melindungi kita dari setiap keputusan yang telah-sedang-dan nanti kita ambil. Aamiin

Pasti (Akan) Ada
Pasti ada orang yang mampu menerimamu, seburuk apapun masa lalu yang kamu miliki. Orang yang bisa dengan lapang menerima masal lalu itu dan menenangkanmu dengan kata-katanya. Bahwa itu tidak masalah baginya, karena ia melihatmu hari ini dan mengajakmu ke masa depan.
Pasti ada orang yang bisa menerima segenap kekuranganmu. Ketika kamu sibuk menutupinya. Ia akan tersenyum dan mengatakan kepadamu untuk menjadi dirimu sendiri saja. Apa adanya.
Akan ada orang yang rela memberikan segenap perhatian hidupnya untukmu. Meski kamu pada dasarnya bukan siapa-siapa. Dia ada untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanmu diatas. Apa ada orang yang bisa menerimamu? Jawabnya, ada.
Akan ada dan pasti ada. Orang yang bisa menerimamu sedemikian rupa. Kamu akan menemukannya hanya bila kamu berani mengungkap dengan jujur tentang siapa dirimu. Bagaimana masa lalumu. Apa saja ketakutanmu.
Kau akan menemukannya saat kau berani jujur tentang dirimu sendiri.

Kumpulan Tulisan Kurniawan Gunadi

Kamu dan Mereka
Begitu banyak orang yang ingin menjadi sepertimu. Mereka mungkin tidak pernah memahami hidupmu, hanya melihat bagian menyenangkannya saja. Tidak pernah mengetahui masa lalumu bahkan kekhawatiranmu tentang masa depan.
Mereka takjub dengan segenap pencapaianmu saat kamu merasa semua itu terasa biasa saja dan kosong. Mereka ingin mencapai apa yang kamu capai. Kamu sendiri tidak mengerti bagaimana semua itu bisa menjadi milikmu sementara orang lain begitu keras berjuang untuk itu. Kamu mendapatkan dengan mudah.
Kamu tidak mendambakan ketenaran sementara orang lain mengharapkan itu. Rasanya hidupmu begitu menakjubkan karena kamu sedang menjalani impian begitu banyak orang. Hingga kamu menyadari betapa kosongnya hidupmu, betapa sepinya malam harimu, betapa meresahkannya hati dan pikiranmu. Sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain,


Tulus
Menjalani apapun dengan tulus. Menjadi yang terbaik dalam setiap fase hidup yang dilalui. Ujian pasti ada, kekecawaan mungkin datang, dan kebahagiaan pun sudah dipersiapkan. Jalani dengan tulus. Tidak peduli akan harap untuk dibalas.
Tidak semua hal bisa kita dapatkan, ada yang harus kita ikhlaskan. Disaat itulah kita belajar tentang merelakan sesuatu, bukan karena kita tidak mau memperjuangkan. Tapi karena hal itu memang tidak untuk kita.
Ada juga hal yang patut kita perjuangkan, sesuatu yang amat berharga. Sesuatu yang sangat penting. Hal yang belum menjadi kepunyaan kita hari ini, ada harga yang harus dibayar untuk semua itu. Perjuangkan sesuatu yang memang berharga, karena kita akan membayar perjuangan itu dengan waktu, tenaga, pikiran, doa-doa kita, dan kita bersiap pada setiap konsekuensi besar yang menyertai.
Apapun yang sedang kita jalani, jalanilah dengan tulus. Biar tidak ada kekecewaan karena tidak sampainya harapan, biar tidak terlalu bahagia berlebihan karena kita tahu ada orang yang tidak seberuntung kita hari ini.
Semoga Allah masih menjadi yang pertama. Terima kasih karena selalu mengingatkanku tentang hal ini.

Menilai Orang
Ada beberapa cara menilai orang lain. Meski kita diajarkan untuk tidak menilai orang lain, tapi kali ini aku ingin mengajarkannya. Mengajarkan bagaimana menilai orang lain agar kita bisa memahaminya secara menyeluruh, tidak hanya sepotong-potong. Kita hanya tidak boleh menghakimi, tapi kita perlu belajar memahami orang lain. Berikut adalah salah sedikit cara bagaimana kita bisa memahami karakter orang tersebut.
Pertama, lihat siapa teman-teman dalam lingkungan sosialnya. Karena ini akan sangat berpengaruh terhadap dirinya. Kita akan lebih mudah memahami orang lain melalui teman-temannya tersebut.
Kedua, apa/siapa yang paling mendominasi hatinya. Hati itu adalah salah satu bagian dari manusia yang paling labil, tapi hati punya porsi yang dominan dan tidak. Maka rasakanlah apa yang paling dominan di hatinya. Apakah Allah dan rasulnya, apakah nama seseorang, apakah harta kekayaan. Kamu bisa merasakan ini, karena apa yang mendominasi hati akan berubah menjadi tindakan dan perilaku.
Ketiga, bagaimana dia membelanjakan uangnya. Kita bisa melihat karakter seseorang dengan mengetahui kemana uangnya dia belanjakan. Sekilas ini hal yang sangat materialistik, tapi justru itulah realita hari ini. Dimana materi akan menjadi ujian berat bagi manusia dan cara pandang seseorang terhadap materi ini tercermin dari bagaimana dia membelanjakan uang.
Keempat, lihat bagaimana interaksinya dengan orang tua dan anak-anak. Karena kehalusan budi pekerti itu diuji dengan interaksi terhadap orang lain. Dan interaksi paling sulit bukanlah dengan teman sebaya, tapi dengan orang tua dan anak-anak. Karena anak-anak mengajarkan tentang kejujuran dan orang tua mengajarkan tentang kehalusan budi.
Kelima, apa yang dia baca. Bacaan seseorang akan mendominasi cara berpikirnya. Ketahuilah apa yang menjadi santapan pikirannya itu. Apakah dia rajin menyantap buku atau tidak akan memberikan dampak yang berbeda terhadap kapasitas ilmu pengetahuannya. Pemikirannya terbentuk dari apa-apa yang dia baca.
Masih begitu banyak cara kita mengetahui bagaimana orang lain. Selamat membaca, bahwa manusia itu layaknya buku. Sebab hidup mereka adalah cerita yang bisa kita baca meski tidak dimulai dari halaman pertama. Selamat membaca, cerita yang akan terus tercipta setiap harinya. Dan masing-masing manusia adalah buku dengan tema yang berbeda. Selamat menyelami.

Kalau kamu sudah bangun dan membaca tulisan ini. Ada satu hal menarik di dunia ini yang mungkin perlu kamu ketahui. Bahwa mungkin seseorang yang datang ke dalam hidupmu nanti bukanlah orang yang baik. Baik dalam arti yang sebenarnya. Ada bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya yang telah menjadi masa lalu. Pun setiap orang merasa ingin mengubur masa lalunya. Ia ingin berbagi denganmu. Mengawali sesuatu dengan kejujuran, bukan kebohongan.
Mungkin ia baru saja beranjak setelah sekian tahun bergelut dengan dirinya sendiri. Bertanya ke sana kemari hanya untuk mengetahui apakah Tuhan itu masih mungkin mengampuninya atau tidak. Dan rasa khawatir atas pengampunan itu senantiasa menyertai langkah kakinya. Hidupnya kini sangat hati-hati.
Ia mungkin bukan orang baik. Tidak sebaik sebagaimana pengetahuanmu tentangnya selama ini. Ia akan datang menjadi ujian bagimu. Ia tidak berharap diterima, tapi ia senantiasa mengusahakanmu. Ia bahkan sudah bersyukur karena mengenalmu membuatnya berusaha menjadi lebih baik. Ia sudah ikhlas dengan keputusanmu bahkan sebelum dia mengutarakan keinginannya.
Andai kamu berada di posisi hidupnya. Bagaimana perasaanmu?

Mensyukuri Hari Ini
Kata Pidi Baiq,”Masa depan itu tidak ada, buktinya kita selalu ada di hari ini.”
Antara setuju dan tidak, kenyataannya kita tidak pernah hidup di masa depan. Kita selalu hidup di hari ini. Hari yang sedang kita jalani entah apapun kondisi hari ini.
Maka, mari syukuri hari ini. Masa depan yang kita gadang-gadang dengan jutaan impian, sejatinya adalah hari ini. Masa depan yang kita impikan adalah hari ini. Bagaimana kita menjadikan hari-hari esok yang lebih baik kondisinya bergantung pada apa yang sedang kita lakukan hari ini.
Kita tidak perlu berharap keajaiban. Pun pertolongan Tuhan itu akan datang ketika kita telah sampai pada batas usaha kita. Kita harus mengusahakan lebih dulu dan apa yang kita kira sebuah keajabaikan adalah ganjaran atas apa yang pernah kita usahakan. Karena hasil tidak pernah mengkhianati proses kan? Hanya saja, kita tidak pernah mengerti tentang hasil terbaik. Karena terbaik antara versi manusia dan Tuhan itu memiliki definisi yang berbeda.
Kita sedang menjalani hari ini. Hari yang dulu semasa kita kecil, kita bercita-cita untuk berada di hari ini. Hari yang dulu dirancang penuh cita-cita. Apakah kita menjalani hari ini dengan bahagia, dengan bersedih, dengan rasa syukur, atau dengan kekecewaan?
Kita bisa melihat ke jejak langkah kita. Dan kita melihat hari yang sedang kita jalani, apa yang terjadi?
Mari bersyukur atas apa yang sedang kita jalani. Bila kita sedang sakit, maka jadilah orang sakit yang sabar. Bila kita sedang sehat, maka jadilah orang sehat yang mensyukurinya. Bila kita sedang jatuh, maka jadilah orang yang tenang agar bisa mengambil banyak hikmah. Bila kita sedang ditinggikan, maka jadilah orang yang rendah hati agar tetap bisa melihat ke bawah.
Mari menjalani hari ini dengan sikap terbaik. Semoga apapun yang terjadi pada kita hari ini, kita senantiasa menjadi orang yang selalu dibimbing langkahnya, selalu dijaga arah jalannya, selalu dilindungi imannya.

Versi Terbaik dari Dirimu Sendiri
Manusia itu memiliki dua sisi. Sisi baik dan sisi buruk. Kadang manusia berada diantaranya. Ada yang bisa mengoptimalkan sisi baik, ada juga yang mengoptimalkan sisi buruk.
Pernahkah kita merasa bahwa ada satu titik dalam hidup yang pernah kita jalani, kita berada di posisi terbaik dari diri kita sendiri? Kita menjadi orang yang sabar, kita menjadi orang yang sangat tekun dan rajin, kita sangat bahagia, kita begitu leluasa? Adakah? Bila ada, coba ingat-ingat sebab apa kita menjadi seperti itu.
Begitu pula dengan posisi terburuk. Hidup manusia itu kayak detak jantung, tidak pernah lurus. Selalu naik turun. Kita semua pernah menjadi versi terburuk dari diri kita sendiri. Marah, kecewa, malas, dan apapun itu. Bila ada, coba ingat-ingat sebab apa kita menjadi seperti itu.
Hari ini dan seterusnya. Kita akan berupaya untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Ini tidak sama dengan “tidak menjadi diri sendiri”. Karena kita tidak meniru orang lain. Kita tidak sedang berusaha melampaui orang lain. Tapi, kita sedang berusaha melampaui diri kita sendiri.
Entah sebab pertemuan dengan seseorang yang tepat, entah sebab mengalami titik balik, entah sebab apapun. Kita percaya bahwa kita tidak diciptakan tanpa kelebihan, tanpa hal-hal terbaik yang ada dalam diri kita. Mungkin kita hanya belum tahu apa-apa tentang diri sendiri, kita pun mungkin belum menemukan sebab kita bisa menjadi versi terbaik dari diri kita.
Untuk itu, berterima kasihlah dengan orang-orang yang tepat yang datang dalam hidupmu. Entah itu orang yang kamu kagumi, entah itu pasangan kita saat ini, entah itu teman terbaik yang kita miliki, entah itu keluarga kita. Karena dengan merekalah, mungkin kita bisa menunjukkan versi terbaik dari diri kita sendiri. Mungkin, hanya dihadapan merekalah, kita bisa menjadi diri sendiri.
Untuk itu, aku ingin mengucapkan terima kasih. Untuk orang-orang yang hadir hingga hari ini dalam hidup, juga untuk kamu.

Sudah Sejauh Ini Melangkah
Perjalanan sudah sejauh ini. Kapan berhenti? Sudah beberapa kali terjatuh, beberapa kali berhenti, menyangka sudah sampai tujuan tapi ternyata belum sampai. Menyangka sudah bertemu rumah, tapi ternyata milik orang lain.
Perjalanan sudah sejauh ini. Sudah lelah rasanya, tapi jangan sampai langkah kaki ini berhenti begitu saja. Perjalanan ini masih membutuhkan kesabaran dan ketabahan. Harus mengalami panas dan hujan sepanjang perjalanan. Terik dan tak ada pohon peneduh. Hujan dan tak ada tempat menghangatkan diri. Tapi langkah kaki jangan sampai berhenti.
Perjalanan ini benar-benar membutuhkan keberanian. Keberanian mengambil keputusan di persimpangan. Karena sekali langkah itu diambil tidak akan pernah ada lagi alasan untuk kembali. Karena setiap keputusan yang diambil dalam perjalanan ini adalah keputusan permanen. Keputusan yang tidak bisa dibatalkan, keputusan yang akan menggema sepanjang perjalanan berikutnya.
Sudah sejauh ini. Entah kapan akan berhenti. Entah kapan akan tinggal menetap. Entah kapan akan menemukan tempat dimana kata rumah itu tidak hanya menjadi impian, tapi berubah menjadi kenyataan. Entah siapa yang akan memutuskan perjalanan ini. Entah dimana berhentinya. Yang penting saat ini, semeresahkan apapun keadaan disertai ketidakpastian. Jangan berhenti melangkah.

Tunggulah
Bila yang akan kamu tunggu itu sesuatu yang berharga, maka tunggulah. Karena mungkin tidak akan ada lagi yang demikian. Karena menunggu itu pun tidak untuk selamanya kan? Tidak akan menghabiskan seluruh hidupmu kan?
Bila yang akan kamu tunggu itu adalah sesuatu yang benar-benar membuat hidupmu akan menjadi lebih baik, maka tunggulah. Meskipun orang lain kehabisan sabar terhadap kesabaranmu, biarkan saja. Karena kamu lebih tahu tentang dirimu sendiri dan sesuatu yang sedang kamu tunggu itu. Kamu mungkin bisa mendapatkan pengganti yang lebih cepat, tapi menunggu akan membuat sesuatu menjadi semakin berharga.
Bila yang akan kamu tunggu adalah sesuatu yang pasti datangnya, maka jangan ragu untuk menunggu. Karena jarak dalam satuan waktu akan mengajarkan kita bagaimana menahan hawa nafsu, bagaimana kita menahan diri, dan bagaimana kita mengisi waktu dengan hal-hal yang baik selama menunggu.
Dalam menunggu, kamu harus membayar dengan waktumu untuk sesuatu yang paling kamu inginkan. Sebuah harga mahal dari menunggu, karena waktu kamu tidak akan pernah bisa diganti bahkan dikembalikan. Dan untuk sesuatu yang berharga, aku percaya kamu siap membayar semua itu.
Dan bila kamu memintaku untuk menunggu, aku akan melakukannya. Karena aku tahu kamu sangat berharga dan aku juga tahu bahwa menunggu ini tidak selamanya, tidak akan menghabiskan seumur hidup.
Tunggulah sebentar. Sabar atau kamu akan kehilangan.