Ciyeee ngomongin nikah... ciyee akhirnya 2017 tapi masih galau ngomongin nikah...
Nemu buku Nikah Tokcer nih karya Asrul Right & Nabilah Hurin "Educoach Couple"
pengen sedikit ngereview nih, dari bab I ya, suplemen #1 : Menikahlah dengan Ketakutan..
Loh-loh kok menikah dengan ketakutan sih... heran ya? banyak lho yang ternyata takut untuk menikah, diantaranya dibahas disini ada 5 ketakutan;
- Takut diatur. Menikah bukan hanya persoalan ikatan semata, melinkan juga ada ikatan batin yang kuat. boleh aja saling mengatur, tetapi masih dalam koridor yang baik. Artinya menikah bukan menjadikan istri sebagai pesuruh semata sedangkan suami adalah bos. musyawarhkanlah dengan baik. pernikahan itu adalah sistem manajemen tanggung jawab yang baik. jangan rusak semua itu dengan kata takut diatur.
- Takut kreativitasnya menurun. Sebenarnya ketakutan ini tidak beralasan. Banyak orang yang semakin melejit potensi dirinya setelah menikah. Tapi ada juga yang potensinya mati total. So, carilah pasangan yang mampu mendukung satu sama lain, dengan begitu kreativitas Anda akan makin meningkat.
- Takut tak punya masa depan. Justru dengan menikah Anda punya masa depan. Masa iya Anda rela lihat istri menderita? Rela lihat menderita nantinya? tekanan-tekanan seperti ini yang memaksa Anda untuk berubah. maka dengan cara inilah masa depan Anda akan cerah.
- Takut dengan mahar tinggi. Untuk beberapa adat terutama di Indonesia memang masih ada yang memegang budaya bahwa mahar tinggi merupakan suatu prestise bagi keluarga perempuan. Bukan tidak boleh seorang wanita meminta mahar tinggi, ya karena itu adalah hak mereka. jika Anda mampu dan siap menerima tantangan mahar tinggi, mengapa tidak? jika tidak, putuskanlah untuk Beranjak saja. Carilah wanita yang memilih agama Anda.
- Takut salah pilih. Anda tidak akan pernah salah pilih, jika Anda memilih karna agamanya. Karena agama itu lebih menjamin Anda memiliki keluarga SAMARA. dari salah satu hadis Rasul mengatakan, pilihlah agamanya.
Ada tambahan tips dari apa yang telah diungkapkan psikolog klinis, Dr Nafisa Sekandari dan Hosai Mojaddidi
- Jangan berharap orang lain berubah.
- Tetapkan visi sebelum menikah. Setiap pasangan harus memiliki tujuan yang sama. Lebih baik merencanakan sesuatu yang dianggap menarik dan diwujudkan bersama, daripada mengubah salah satunya.
Ada beberapa pertanyaan untuk diri sendiri untuk menentukan visi dalam menemukan orang sesuai dengan keinginan:
- Apakah saya menghargai dan mengagumi orang ini?
- Hal utama apa yang membuat saya menghargai dan mengagumi dia?
- Apakah saya percaya orang ini?
- Apakah saya bisa mengandalkan dirinya?
- apakah saya harus percaya penilaian orang lain tentang dia?
- apakah saya harus memercayai apa kata orang lain tentang dia>
- apakah saya merasa aman dengannya?
- Apakah secara emosional, saya aman saat bersama dengannya?
- Apakah saya akan mendapat kekerasan darinya?
- Apakah saya akan tetap menjadi diri sendiri ketika bersamana?
- Apakah saya bisa terbuka bersama dia?
- Apakah saya masih tetap bisa mengeskpresikan diri saar bersama dia?
- Apakah saya akan merasa damai dan tenang bersamanya?
3. Terimalah semuanya dengan keikhlasan. Bersabarlah dengannya, maka hidup Anda akan lebih berkualitas. Yakinlah, Allah selalu menyiapkan yang terindah untuk hamba-Nya yang bersyukur dan bersabar.
Nah, nah... sudah mulai ada gambaran kan biar gak takut lagi menikah. yakin aja, menikahlah ^^
atau masih ada yang mengganjal?? tenang,,, masih ada #7 Suplemen lagi yang akan dibahas, tapi untuk kali ini cukup sekian dulu yaaa... Ms Zing lanjut baca dulu, bhayyyy