Memenangkan



Kamu juga harus berjuang karena sesuatu akan sia-sia bila tidak diperjuangkan oleh kedua pihak. Bukankah kita berharap ini adalah hal yang sama-sama kita perjuangkan, bukan hanya salah satu dari kita? Lantas bagaimana bentuk perjuangan itu, itulah yang menjadi urusan kita. Aku tidak tahu dan mungkin tidak memahami dengan caramu berjuang tapi aku percaya padamu. Kepercayaan itu mampu mengalahkan ketakutanku pada kemungkinan-kemungkinan tanpa kita harus menghindari segala bentuk kemungkinan.
Kemungkinan bahwa perjuangan kita ternyata tidak sampai pada harapan kita. Dan kita menjadi belajar tentang itu semua, kita menjadi orang yang lebih baik, menjadi orang yang lebih beriman, dan lebih tunduk pada segala ketentuan-Nya tanpa banyak tanya.
Kamu juga harus berjuang karena apapun yang menjadi akhirnya nanti. Kita sama akan memenangkannya, tidak satu pun dari kita yang merasa sia-sia, merasa kalah, sakit hati, kecewa. Saat itulah kita menang. Apapun yang terjadi di ujung perjuangan ini. Kita sepakat untuk memenangkannya, kan?
kurniawangunadi

Baik untuk direnungkan bersama

Tidak Ada Jalan Untuk Kembali
Pernah tidak dalam satu kondisi kamu ingin rasanya kembali ke posisi awal. Posisi dimana keputusan yang sedang dijalani saat ini tidak pernah kamu ambil sama sekali. Posisi disaat kamu bisa memutar keadaan hari ini, masih memiliki kendali untuk memilih dan menentukan tentang pilihan yang bisa diambil.
Hari ini semua hal yang dulu kamu pilih sedang dijalani. Ada rasa sesal atas keputusan yang tersebut, ada rasa berat menjalani, ada rasa tidak lagi berdaya atas keadaan yang menimpamu. Padahal itu juga karena pilihanmu sendiri, bukan karena orang lain, bukan karena disuruh, juga bukan karena dipaksa.
Ketika kamu ingin keluar dari keputusan itu saat ini, ada banyak hal besar yang membuatmu resah, membuat khawatir. Karena apa yang sedang dijalani sekarang tidak hanya menyangkut dirimu sendiri, tapi juga orang-orang disekitarmu. Orang-orang yang kamu sayangi. Tapi, perasaan tidak berdaya itu membuatmu semakin terpuruk dan kamu selalu berusaha bertahan. Menguatkan diri.
Akan tetapi, emosi tidak sejalan jalan yang lurus. Di satu titik, di sudut kamarmu, kamu menangis karena merasa sudah tidak sanggup menjalani dan ingin keluar dari semua itu. Keputusan besar yang harus kamu ambil adalah mengakhirinya. Meski kemudian membuatmu harus mengeluarkan energi lebih besar untuk orang-orang disekitarmu agar mereka bisa mengerti dan memahami pilihanmu.
Yakinkan dan kuatkan karena akan selalu ada orang yang bisa memahamimu, sekalipun pilihanmu-keputusanmu adalah keputusan-keputusan yang bertentangan dengan harapan banyak orang. Karena hidup tidak pernah ada jalan untuk kembali tapi kita selalu bisa memulai yang baru dengan mengakhiri apa yang sudah ada.
-Kurniawan Gunadi-

The Reason I Move On

Assalamualaikum....

Ingin sekali mengeluarkan uneg-uneg... dan mungkin inilah caraku untuk mengurangi bebanku..

Well, apa yang aku rasain saat ini mungkin hampir sama dengan apa yang aku rasakan sebelum aku memutuskan untuk keluar dari pekerjaanku sebelumnya.. Aku merasa bahwa di pekerjaanku dan orang-orang yang berkaitan dengan pekerjaanku sebenarnya membutuhkanku.. mereka membutuhkanku karna belum ada yang menggantikanku.. Bukan berarti karna sepenuhnya aku yang hebat atau tidak ada yang lain yang bisa seperti aku, bukan, melainkan ya mereka hanya butuh aku saat ini.. Sedangkan aku merasa aku ingin pergi, meninggalkan semua beban kerjaku. Aku berpikir,, apakah mereka bisa memberikan alasan kuat agar aku tetap tinggal? karna ketika aku menginginkan untuk pergi, beribu alasan baikpun sudah tak bisa menahanku, dan jika aku memang ingin tinggal, beribu alasan jelekpun sudah tak pengaruh..
Yah... sekali lagi, Apa alasan yang bisa kalian berikan untukku agar aku tetap kerja disini??
Sejauh ini, aku mendengar HRD berkata bahwa kasihan nanti harus cari orang lagi, kasihan belum tentu ada yang cocok dengan atasan, blablabla, yang menurutku itu adalah sebuah alasan dimana itu hanya untuk diri mereka.. Kenapa kalian tidak memberiku alasan yang menguntungkanku jika aku tinggal?? apa kalian gak kasihan juga denganku jika aku terus tinggal?? what's the benefit for me??
Seperti waktu itu, ketika ada yang tahu aku ingin keluar dari pekerjaanku sebelumnya, ada yang bilang, kasihan kami kalau ditinggal nanti kami bisa apa?? Nanti yang ngurus ini itu siapa? nanti yang bantu ini siapa?? Sama... disini juga begitu.. Kenapa kalian berpikiran kalau aku pergi kalian tidak bisa apa apa?? Aku percaya kalian masih bisa hidup tanpa aku, kalian masih bisa mencari pengganti yang lebih baik dari aku..
Kecuali mungkin jika kalian memberikan alasan, kasihan kamu nanti pergi dari sini kamu bisa apa?? iya aku bisa apa di luar sana?? Haha... aku belum tahu.. tapi aku yakin ada hal yang lebih baik yang bisa aku kerjakan. Aku yakin Allah akan memberikan rejeki yang baik untuk orang yang mau berusaha..

Mungkin orang berpikiran aku ini kurang bersyukur atau apa,, dengan apa yang aku miliki, apa yang aku dapetin di pekerjaan dari yang dulu sampe yang sekarang, kurang apa coba?? alhamdulillah.. yah rejeki yg Allah kasih memang luar biasa. gaji sebelum aku pergi itu uda besar dibandingin temen-temen kerja, tempat tinggal yg nyaman dengan semua fasilitasnya juga ada, tiket pesawat juga ada untuk pulang, aku juga uda ada jabatan disana. Bahkan ketika aku rencana mau pergi, aku ditawari apa yang aku mau, dari mulai biaya sekolah dan ditempatin di tempat yang aku mau.. yang pada akhirnya aku tolak hanya untuk pulang ke Jawa, dan akhirnya aku mendapatkan pekerjaan yang bisa dibilang gaji tak sebesar kemarin, jabatan tidak ada, tempat tinggal cari sendiri apalagi transport buat pulang.. aku bertahan sampai sekarang pun uda bersyukur banget... tapi emang dasarnya udah gak betah.. emang dasarnya pengen pergi, apalagi yang bisa menahanku?? Kalian pun tak bisa memberiku alasan kuat kan??
Kalau kamu mau tahu ya,, aku bertahan disini karna orang tuaku, karna ayahku yang menginginkan aku tetap bekerja,, dan karna waktu itu daripada aku terlalu lama di rumah, dan bapak gak mau aku di rumah aja, jadi ya aku mau gak mau kerja deh tanpa banyak mikir... Ya mungkin Allah memang punya rencana lain dengan menempatkan aku disini.. mempertemukanku dengan orang-orang dengan karakter yang berbeda sehingga aku dapat belajar lebih banyak..

Dan saatnya aku pengen move on secepatnya..

Seperti yang aku baca hari ini di statusku beberapa tahun lalu tentang filosofi ikan salmon.. bahwa ikan salmon selalu berpindah, mereka pergi melawan arus, dan ketika saatnya berkembang biak mereka akan kembali ke tempat asalnya, meskipun mereka tahu dalam perjalanannya mereka akan menemukan rintangan  yang tidak mudah, tapi mereka tetap berusaha...
Dan aku ingin berusaha untuk tidak diam saja mengikuti arah arus, aku harus melawan arus jika itu memang untuk tujuan yang baik... Kita selalu berpindah, Kita akan belajar banyak hal.. 

Beberapa quote yang ku ambil dari bukunya Raditya Dika, manusia setengah salmon:
"Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya..... Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.
Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah."

“You can't always get what you want, but, if you try, sometimes you just might find you get what you need .”

“Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti” 

“kalau sudah nyaman , kenapa pindah?”

Kalau aku sudah nyaman dengan kamu, kenapa aku mesti pindah ke lain hati? ceilehhh.. iya kamu.. kapan kasih kepastian ke aku? hmmm :D biar cepet pindah pindahnya sama kamu...


Mainkan Peranmu


Saya senang menamai usia 20-29 sebagai fase pembuktian. Fase dimana paling tidak ada dua life-crisis yang harus dilewati oleh setiap orang. Krisis setelah lulus dan mulai masuk ke dunia profesional dan krisis memutuskan untuk menikah dengan siapa.
Ditengah ramainya dunia maya membahas kegalauan dan romantisme usia 20+, banyak yang lupa bahwa di tahap yang sama mereka harus berjuang membuktikan diri kepada dunia tentang siapa dia. Tentang peran apa yang dia ambil di masyarakat yang majemuk ini. Apakah dia menjadi sampah masyarakat, menjadi orang biasa, atau menjadi orang yang ahli.
Maka mainkanlah peran itu. Selepas kita selesai sekolah yang sangat panjang itu, kurang lebih 16 tahun sejak masuk TK. Kita akan menyadari bahwa kita harus mengambil satu peran yang kemudian akan kita mainkan seumur hidup. Peran itu mungkin dulu pernah mengema menjadi cita-cita kita semasa kecil.
Mainkanlah peran itu dengan sebaik-baiknya. Percayalah bahwa di dunia ini, tidak semua orang dilahirkan untuk menjadi seorang penulis, tidak semua dilahirkan untuk menjadi dokter, guru, dan aneka peran lainnya. Ada yang berperan menjadi penulis, pembuat film, pelukis, guru, dokter, tentara, dan aneka peran yang mungkin bisa mulai kita renungkan sejak saat ini. Sejak kita memahami bahwa urusan kegalauan kita tentang pasangan yang berlebihan itu banyak menyita pikiran kita ke hal-hal yang tidak penting dan tidak berdampak.
Jangan sampai kita salah memilih peran, sebab sekali kita memilih kita akan sulit keluar ditengah waktu yang begitu banyak kita habiskan dalam menjalani peran tersebut. Untuk mengatasi masalah-masalah ummat dan masyarakat yang begitu besar, kita lebih butuh banyak cendekia daripada selebgram, lebih banyak butuh banyak ahli matematika daripada ahli bikin model jilbab. Saya kadang sedih melihat bagaimana dunia hari ini berjalan di tengah orang-orang begitu sibuk memikirkan eksistensi dirinya sendiri. Berlomba mencari perhatian publik dengan sensasi yang meaningless-tidak ada makna dan nilai kebaikannya-dan ujung-ujungnya menjadi ujung tombak kapitalisme untuk jualan barang (endorsment) di medianya.
Ambilah peran dengan bijaksana. Peran yang memberikan kebaikan kepada diri sendiri dan sekitar. Peran yang sekiranya kita bisa mendapatkan pahala kebaikan dan keberkahan. Bukan tentang berapa banyak uang yang akan kita dapatkan dari peran tersebut, tapi tentang seberapa maksimal kita bisa memberikan yang terbaik melalui peran tersebut.
Semakin ke sini semakin kita memahami bahwa ini adalah masa bagi kita semua untuk kembali berpikir dan merenungkan. Dunia ini tidak baik-baik saja seperti kita lihat sehari-hari. Kita hanya beruntung lahir ditempat yang tidak ada konflik apalagi perang. Maka isilah dengan rasa syukur dengan menjalani peran dan memberikan kebaikan yang lebih banyak.

__Rumah, Kurniawan Gunadi

Healthy Eating Tips to Reduce Stress

Stresssss!!!
Setiap orang pasti pernah merasakan kejadian-kejadian yang membuat stress. Hal-hal kecil pun juga terkadang sudah membuat kita sedikit stress, dan ini adalah cara tubuh membantu kita untuk fokus sehingga kita dapat mengatasi masalah. Tetapi ketika stress menjadi kronis dan parah seperti ketika kita menghadapi tuntutan pekerjaan yang tak henti-heentinya atau secara konstan khawatir mengenai keuangan, ini benar-benar akan membuat tubuhmu menjadi korbannya..

Respon natural tubuh pada stress membuat kita lebih waspada, sebagai cara untuk bertahan dari hal-hal berbahaya atau ancaman tiba-tiba. tetapi ketika respons stress datang setiap saat, ini akan mengganggu sistem imun tubuh, membuatnya lebih susah menangkal penyangkit. Dan karena sistem imun sehat tergantung pada pola makan kaya nutrisi, gizi yang baik adalah salah satu cara terbaik untuk menangkal penyakit, khususnya selama masa stress yang berkelanjutan.

Lebih mudah berkata daripada melakukannya... Stress juga dapat menyebabkan kelelahan atau depresi, sehingga makan sehat mungkin memakan waktu sehingga lebih ke makanan cepat saji atau yang nyaman - yang seringnya mengandung lemak, garam dan gula. Dan jika kamu beralih pada kafein untuk menangkal kelelahan, ini akan menjadi bumerang juga, dengan mengganggu tidurmu..

Makanan yang membuat nyaman berkalori tinggi tersebut dapat memacu untuk melepaskan senyawa kimia tertentu di otak yang dapat membuat kita merasa baikan - minimal untuk waktu singkat - dan juga membuat kita tetap makan. tapi pada lingkaran setan, kelebihan makan akan memicu kenaikan berat badan - yang akan meningkatkan stress secara psikologi dan dimana ini akan membuatmu lebih banyak makan lagi..

Sementara kamu tidak dapat memhilangkan stress, ada beberapa hal yang dapat membantumu untuk mengatur tingkat stress dan bagaimana caranya kamu meresponnya.

  • Makan makanan seimbang. Coba untuk memasukkan protein tanpa lemak - seperti daging unggas, putih telur, susu rendah lemak, daging tanpa lemak, ikan, atau produk kedelai - pada setiap makan. Protein dapat mengenyangkan dan membantumu tetap waspada secara mental. Sempurnakan makanmu dengan buah-buah segar, sayuran dan gandum.
  • makan secara teratur dan jangan meninggalkan makan. ketika kamu stress kamu dengan mudahnya menunda makan - atau kamu bahkan tidak makan sama sekali - sehingga tingkat energi akan menurun sebagai gantinya, dan kamu akan berakhir makan dalam jumlah yang banyak ketika kamu makan. ketika stress dapat menghilangkan nafsu makan, cobalah makan dalam jumlah yang sedikit sesering mungkin pada saat itu.
  • Cobalah untuk menghindari makan sebagai penghilang stress. Jalan-jalan atau secangkir teh herbal mungkin malah dapat bekerja. jika kamu merasa butuh makan, makanan keras yang chrunchy dapat membantumu mengurangi stress dengan membuat otot rahang bekerja. Coba makan snack seperti almond, kacang kedelai atau baby wortel.
  • Mulai kurangi kafein. Orang biasanya merasa kehilangan energi ketika mereka stress dan menganggap kafein dapat mengembalikannya, tapi ini akan mengganggu tidur malammu. jika kafein membuatmu terjaga. minum Kopi dan teh yang sudah dihilangkan kafeinnya.
  • Cobalah untuk menjaga jam makanmu tetap nyaman - dan terpisah dengan kerjaan atau sumber stress. Jika kamu makan di meja kerja, atau membayar tagihan ketika kamu makan malam, something's got to give. Berikan cukup waktu untuk makan pelan-pelan dan santai - kamu akan cenderung makan lebih sedikit dan lebih nyaman.
Terjemahan dari tulisan Susan Bowerman, MS, RD, CSSD.



Quote of the Day

Hello...
Semangat pagi...
Pagi-pagi nemu kenangan di "mukabuku".. kenangan dari tanggal 27 Januari 2012.. ntah waktu itu lagi mikir galau apa trus jadi nulis quote berikut:

"Jika seseorang tetap berada di sampingmu melalui masa terburukmu, maka dia pantas tuk bersamamu ketika saat terindahmu."

"Niat + Usaha = Hasil. Tetapi yang terpenting bukanlah hasilnya, melainkan niat tulus dan kesungguhan dalam berusaha.

"Kamu tak dapat hidup sendirian. Peduli kepada sesama, karena suatu saat kamu akan butuh seseorang yang peduli dan perhatikan kamu."

"Banyaknya masalah bukan berarti kamu harus mengeluh. Kadang Tuhan memberikan masalah berat, karena Dia ingin yang terbaik untukmu."

"Berhenti tangisi dia yang meninggalkanmu. Jangan biarkan air mata mengingatkan bahwa dirimu masih belum mampu melepaskannya"

Kalau untuk sekarang aku suka quote yang pertama tuh... Pengen yaa aku akan tetap ada di samping kamu di saat apapun itu... Pengen banget dengerin keluh kesahmu atau cerita bahagiamu, atau hanya sekedar lelucon kecilmu, dan kejadian-kejadian kecil lainnya dalam hidupmu... Bahkan mungkin aku ingin tidak sekedar mendengarkan ceritamu, melainkan aku ada di dalam tiap kisah istimewa hidupmu ^^ tu kan baper.. iya,, aku emang baperan kok, aku akuin, tapi aku nggak begok!!

Heiii, kamu yang disana,, aku ingin melihat niat tulusmu dan usaha kerasmu untuk benar-benar mendapatkanku dan restu orang tuaku.. Aku disini masih menunggu kepastian darimu.. 

Easy skin care tips for MEN

A healthy skin care regimen is just as important for mes as it is women. But let's face it- many men prefer a fuss free approach to skin care that is quick and easy to follow. so let's break it down into an easy five step program to help all men reap the rewards of good skin care.



5 steps towards healthy, handsome skin
Men’s skin care step 1 – Cleanse
If you can’t find the time to do anything else –  cleansing your skin is a must! Don’t worry guys; cleansing is just a fancy word for washing your face. This should be done every morning and every evening before bedtime. Just because you can’t see the dirt and grime on your skin, doesn’t mean that it isn’t there. Think about what you are exposed to on a daily basis: pollution, car exhaust, cigarette smoke, even room deodorizers. All of these little particles can land on your skin and cause damage so they must be washed away. However, this doesn’t mean that you can reach for that withered old bar soap. Ordinary soaps tend to be loaded with detergents and deodorizers and can be very harsh and dehydrating to the skin. A good facial cleanser is what you need. Men tend to have skin that is a bit oilier then women’s so find a cleanser that targets normal to oily skin for the best results. Remember, if you don’t cleanse your skin on a daily basis; the excess grime and oil could leave you with clogged pores and breakouts.
 
Men’s skin care step 2 – Exfoliate
Men, if you really want to see and feel a difference in your skin this next step is for you. Exfoliation is the process of removing the dead skin cells from the surface to reveal the new skin cells beneath. Think of an exfoliating scrub the same way you would a piece of light grade sandpaper. A few swipes on a jagged piece of wood and voila, you are left with a soft, smooth surface that looks like a brand new piece of wood. Our skin exfoliates naturally but, as we get older ,the process of exfoliation starts to slow down and we need to help it along. Exfoliation can also help clean out the yucky stuff that can get lodged in your pores. Choose an exfoliant that contains scrubby particles to help smooth the skin and eliminate dullness. The bonus of using an exfoliant is that it will also help soften your hair follicles which can result in a closer, less irritating shave. And the best part? This is a product that you only need to use a few times a week.

Men’s skin care step 3 – Moisturize
Moisturizers can make a world of difference in the appearance of a man’s skin. In fact, men tend to need moisturizer even more than most women do. This is because most men shave their faces. Every time you scrape that razor across your skin, you aren’t only removing facial hair but you are also removing necessary oils from your skin. Then what do you do? You probably slap on some alcohol-based aftershave lotion that burns the heck out of your skin. The alcohol then further dehydrates the skin. So what do you need to combat this? Moisturizer! A moisturizer will help to replenish your skin’s moisture content and will help prevent razor burn. Choose a moisturizer that contains SPF to help protect you from ordinary exposure to the sun’s damaging rays. Unprotected sun exposure can lead to pre-mature aging, fine lines, wrinkles and worst of all, skin cancer.

Men’s skin care step 4 – Eyes
One of the very first places we start to notice the signs of aging is around the eyes. And unfortunately, this is the very place that many men tend to neglect. The skin around our eyes lacks in both sweat and oil glands making it highly susceptible to dehydration which can show itself as fine lines and wrinkles. The super soft, very thin layer of skin that surrounds our eyes can develop little expression lines that may grow into unsightly wrinkles quickly. So what should you do? Pick up a hydrating eye cream right away. All you need is a little dab of product under and around each eye to do the trick. It will help hydrate, smooth and protect your skin every day. Apply your eye cream every morning and every evening before bedtime and after cleansing.

Men’s skin care step 5 – Lips
Believe it or not, our lips age drastically with time. Take a look at a picture of yourself when you were a young child. Your lips were plump and there were no lines. Unfortunately, as we age our lips lose collagen and they start to melt right in with the rest of our face. Women can take advantage of lip liners, lip stick and lip glosses but many men draw the line at this! If you look at your lips in the mirror you will see fine lines and wrinkles running in all different directions. Our lips, like the skin around our eyes, also lack in sweat and oil glands. They do not have the same protective layer of skin called the stratum corneum that we have elsewhere on our bodies for added protection. And, because they also lack in melanin they lose that extra protection against the sun’s UV rays. Our lips desperately need our help. Men, grab a lip balm, preferably with SPF and as I always say; apply, apply and reapply throughout the day.

See gentlemen, it’s really that simple! And the best part is that if you incorporate these five simple steps into your daily regimen, you will definitely notice a difference in your appearance ^^


Written by beauty expert, Jacquie Carter. Jacquie is Director of Outer Nutrition at Herbalife.