skip to main |
skip to sidebar
Diposting oleh
tetheamo
di
08.55
Tidak Ada Jalan Untuk Kembali
Pernah tidak dalam
satu kondisi kamu ingin rasanya kembali ke posisi awal. Posisi dimana
keputusan yang sedang dijalani saat ini tidak pernah kamu ambil sama
sekali. Posisi disaat kamu bisa memutar keadaan hari ini, masih memiliki
kendali untuk memilih dan menentukan tentang pilihan yang bisa diambil.
Hari
ini semua hal yang dulu kamu pilih sedang dijalani. Ada rasa sesal atas
keputusan yang tersebut, ada rasa berat menjalani, ada rasa tidak lagi
berdaya atas keadaan yang menimpamu. Padahal itu juga karena pilihanmu
sendiri, bukan karena orang lain, bukan karena disuruh, juga bukan
karena dipaksa.
Ketika kamu ingin keluar dari keputusan itu saat
ini, ada banyak hal besar yang membuatmu resah, membuat khawatir. Karena
apa yang sedang dijalani sekarang tidak hanya menyangkut dirimu
sendiri, tapi juga orang-orang disekitarmu. Orang-orang yang kamu
sayangi. Tapi, perasaan tidak berdaya itu membuatmu semakin terpuruk dan
kamu selalu berusaha bertahan. Menguatkan diri.
Akan tetapi,
emosi tidak sejalan jalan yang lurus. Di satu titik, di sudut kamarmu,
kamu menangis karena merasa sudah tidak sanggup menjalani dan ingin
keluar dari semua itu. Keputusan besar yang harus kamu ambil adalah
mengakhirinya. Meski kemudian membuatmu harus mengeluarkan energi lebih
besar untuk orang-orang disekitarmu agar mereka bisa mengerti dan
memahami pilihanmu.
Yakinkan dan kuatkan karena akan selalu ada
orang yang bisa memahamimu, sekalipun pilihanmu-keputusanmu adalah
keputusan-keputusan yang bertentangan dengan harapan banyak orang.
Karena hidup tidak pernah ada jalan untuk kembali tapi kita selalu bisa
memulai yang baru dengan mengakhiri apa yang sudah ada.
-Kurniawan Gunadi-
0 komentar:
Posting Komentar