Susan Bowerman adalah Director Nutrition Training di
Herbalife. Susanterdaftar sebagai Dietitian dan bersertifikat Specialist
Nutrisi Untuk Olahraga.
Selalu sedia makanan sehat.
Seiring
bertambahnya usia, Anda perlu menyesuaikan sedikit kebiasaan diet dan pilihan
makanan setiap tahunnya
Baik
di usia 20 atau 70 tahun, hall yang mendasar dalam diet tetap berlaku. Seperti,
menjaga asupan protein Anda, fokus pada karbohidrat yang sehat (seperti buah
dan sayuran berwarna, serta biji-bijian), dan konsumsi makanan yang menganduk
lemak sehat dalam jumlah yang cukup seperti kacang-kacangan, avokat, minyak
zaitun, dan ikan. Tetapi, semakin bertambahnya usia, ada beberapa poin penting
dalam diet Anda yang perlu mendapatkan perhatian. Ada sedikit perubahan
kebutuhan nutrisi dan kalori. Selain itu, pola makan dan olahraga Anda sering
dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari. Jadi, berikut panduan untuk makan sehat
agar tetap muda seiring bertambahnya usia.
· 
· Note: Formula 1
Nutritional Shake Mix telah teruji rendah GI.
Herbalife is number 1 in the world in the meal replacement shake
category.
· Catatan: Sumber
Euromonitor International Limited; per meal replacement category definitions,
31.2% GBO market share, all retail channels; Packaged Food 15ed; retail value
sales at rsp.
Pola makan di usia 20 tahun
Untuk
kebanyakan orang, usia 20 tahun merupakan transisi dari jenjang perguruan
tinggi ke karir. Kebiasaan makan dan minum di awal menginjak usia 20 tahun
mungkin tidak baik, ditambah transisi ke jadwal kerja yang rutin, membuat Anda
akan terbawa pada beberapa kebiasaan. Kehidupan di lingkungan kerja akan
memungkinkan untuk lebih sering makan di luar, minum kopi bersama rekan-rekan
kerja dan bersenang-senang setelah bekerja. Dimana semua ini dapat memberi
dampak untuk diet Anda.
· Membangun kebiasaan yang
sehat dari sekarang. Sepanjang usia Anda, pola makan yang
Anda jalani saat ini cenderung sama. Jika diet Anda tidak sebaik sebagaimana
mestinya, sekarang adalah waktunya untuk mulai membangun kebiasaan yang baik.
Makan makanan yang baik adalah salah satu dari beberapa kebiasaan yang Anda
bisa lakukan beberapa kali sehari, buatlah pilihan terbaik untuk setiap makan
dan snack Anda.
- Konsumsi
banyak sumber kalsium. Ketika Anda berada di usia 20 tahun,
berikan tulang Anda banyak kalsium dari produk olahan susu, sayuran hijau,
dan tambahan sumber kalsium pada makanan olahan, atau konsumsi suplemen
jika Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan kalsium dari sumber makanan.
- Hindari
diet yang berbahaya. Pada usia ini, tidak sulit untuk mengurangi
beberapa kilo berat badan dengan menjalani diet ketat untuk jangka waktu
yang singkat. Tapi kerugiannya, berat badan yang cepat turun sering
diikuti dengan berat badan yang kembali cepat naik, dan diet yoyo bukan
pola ingin Anda membangun.
- Perhatikan
kalori pada alkohol. Minuman beralkohol bisa sangat mahal,
perhatikan pula kalorinya. Jika pada saat berkumpul dengan kerabat sering
mengonsumsi alkohol, maka gantilah dengan minuman bebas kalori. Dan
nikmatilah makanan pembukany!
- Wanita,
penuhi kebutuhan zat besi Anda. Banyak wanita muda yang
tidak mendapatkan cukup zat besi. Daging merah tanpa lemak,
kacang-kacangan, sayuran hijau, dan sereal dapat membantu untuk memenuhi
kebutuhan tersebut. Suplemen juga dapat membantu jika Anda merasa sulit
mendapatkan semua dari diet Anda.
Pola makan di usia 30
Memasuki
usia 30-an dan 40-an, bisa jadi Anda menjadi lebih sibuk. Bagi kebanyakan
orang, ini adalah periode di mana terjadi peningkatan karir, menjadi orang tua,
namun sayangnya kegiatan merawat diri sendiri mungkin sudah tidak menjadi
prioritas utama. Ada sedikit tantangan untuk mengonsumsi makanan seimbang,
cukup tidur, dan berolahraga, sehingga berat badan Anda mungkin mulai merayap
naik.
o
Makan seperti biasa dan konsumsi makanan
ringan untuk menjaga tingkat energi. Ketika Anda sibuk, sangat mudah untuk
melewatkan jam makan atau makan sambal menyelesaikan satu pekerjaan. Namun,
dengan menyempatkan makan secara teratur dan mengonsumsi makanan ringan dapat
membantu Anda mempertahankan energi fisik dan konsentrasi saat bekerja.
o
Mengatur dan menyiapkan persediaan
makanan. Lebih terorganisir adalah kunci untuk dapat melakukan kegiatan
makan bersama dengan mudah. Simpan beberapa resep ketika Anda menemukan makanan
yang dirasa akan disenangi semua orang, cara ini membuat Anda lebih mudah mendapatkan
file yang dibutuhkan dengan cepat. Dan pastikan lemari pendingin, frezzer, dan
di dapur tersedia bahan yang dibutuhkan.
o
Sisihkan waktu untuk berolahraga.
Menemukan waktu untuk tetap aktif adalah tantangan ketika Anda merasa sibuk
setiap menit, tapi hal tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh
secara keseluruhan. Menerapkan kebiasaan mulai sekarang dapat membantu menjaga
berat badan Anda saat di cek, selain itu olahraga adalah cara lain untuk
menghilangkan stres.
Pola makan di usia 40
Ritme
kehidupan di usia 40-an mungkin akan lebih mudah untuk dikelola, sehingga mudah
juga untuk lebih memanjakan diri dengan diet seimbang dan meningkatkan
aktivitas fisik. Namun, meskipun Anda mungkin memiliki lebih banyak waktu untuk
berolahraga, bisa jadi Anda tidak membuat prioritas.
· Perhatikan asupan kalori
Anda. Metabolisme Anda secara alami akan perlahan melambat ketika memasuki umur
40-an, berat badan Anda mungkin lebih mudah naik. Jadi perhatikan kalori,
asupan lemak, dan karbohidrat olahan.
· Menjaga otot Anda. Massa
lemak secara alami agak menurun selama periode ini, tapi Anda bisa mencegah
dengan rajin melakukan aktivitas fisik dan mengonsumsi protein yang cukup.
· Bentuk kebiasaan makan
yang sehat. Bagi mereka di usia 40-an dan hidup bersama anak-anak, mungkin
pola makan Anda akan cenderung mengikuti makanan kesukaan anak-anak. Bisa jadi
makanan tersebut bukan yang terbaik untuk Anda. Buat komitmen untuk Anda (dan
keluarga Anda) untuk membangun kembali kebiasaan baik, seperti mengonsumsi buah
atau sayuran pada setiap kali makan, dan mengurangi asupan lemak dan gula.
Pola makan di usia 50 dan selebihnya.
Menjaga berat
badan adalah hal penting di usia berapa pun, tetapi dapat menjadi lebih menantang ketika memasuki usia 50-an dan selebihnya. M
assa
otot secara alami menurun seiring dengan bertambahnya usia, sehingga berdampak pada penurunan kebutuhan kalori
harian Anda. Jadi jika Anda
tidak menyesuaikan asupan yang sesuai, berat badan Anda perlahan meningkat. Bagi wanita, ini adalah periode yang dapat membawa perubahan yang
terkait dengan menopause, termasuk salah satunya kenaikan berat badan pada bagian tengah tubuh, perubahan
suasana hati, dan kualitas
tidur yang buruk.
· Mengontrol makan karena
stres. Kehidupan di usia 50-an bisa lebih stress dari sebelumnya. Bagi
beberapa orang, di awal 50-an disebut sebagai periode 'generasi sandwich',
yakni adanya kondisi masih mengurus remaja dan orang lanjut usia sekaligus.
Lebih baik untuk mengganti makanan yang dikonsumsi untuk mengurangi stres,
tetap aktif, cukup istirahat, dan mintalah dukungan dari kerabat serta
keluarga.
· Mengonsumsi makanan
cukup nutrisi. Makanan yang cukup nutrisi adalah makanan dengan nutrisi tinggi
dengan kalori rendah. Ketika kebutuhan kalori Anda mulai menurun, setiap
asupan kalori benar-benar penting untuk diperhatikan, nutrisi berperan penting.
Jadi pilih secara bijak untuk mendapatkan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan
kalori Anda.
· Konsumsi cukup kalsium.
Bagi wanita, kebutuhan kalsium sebenarnya meningkat setelah menopause. Untuk
mendukung kesehatan tulang, Wanita di atas usia 50-an harus memenuhi sekitar
1200 mg per hari dan laki-laki harus mengonsumsi sekitar 1000 mg per hari. Sama
seperti kalsium, penting juga mendapatkan cukup vitamin D yang berperan
membantu tubuh menyerap kalsium. Keduanya bisa didapatkan dari susu dan produk
olahan susu yang ditambahkan dengan kalsium dan vitamin D. Jika kebutuhan
tersebut tidak dapat dipenuhi dari makanan, bantu penuhi kebutuhan Anda dengan
mengonsumsi suplemen makanan.
|