The Day 7 years ago

Hello ! This is Monday, and I Love MONeyDAY ^^

well, hari senin selo banget.. jadi pengen nulis di tengah2 jam kerja.. haha. gapapa sekali kali gabut tapi dimanfaatin buat berkarya. And you know what day is it today?? Today is October 26th. so what is special? mmm.. jangan ada yang baper lo ya..

Jadi, 7 tahun yang lalu ada satu cerita, bukannya keinget berarti gak bisa move on lo ya.. justru aku meskipun masih inget tapi sudah gak ngrasin sakit lagi kok..

Tepat 7 tahun yang lalu, hari itu hari Minggu, aku dan dua temanku ngumpul di rumah. Mereka emang temen dekatku, sebut saja Crucil dan Al. Aku lupa tepatnya waktu itu lagi belajar ato main-main aja, yang jelas waktu itu si Al iseng pinjem hapeku dan iseng buka mXit (salah satu chat yang lagi hits saat itu). Singkat cerita, si Al itu chat sama salah satu temen kita, dia godain gitu, pura-puranya itu aku dan berujung dia nembak tu cowok. well, aku sebenernya gak suka aja gitu caranya, tapi entah kenapa saat itu aku malah nantangin, yaudah kalau emang dia iya, aku jalanin, tapi kalau misal enggak  ya anggap aja itu main-main... daaaaan, akhirnya itu si cowok yang diisengin kasih jawaban dia mau jalanin sama aku.. syoook sih.. bingung kudu gimana.. haha tapi aku dah terlanjur ngomong juga.. ya mau gak mau, terjadilah..

Setelah itu hari-hari ya berlalu begitu aja, sama si cowok itu.. sampai pada akhirnya dia juga tau cerita yang sebenernya, tapi ya karna emang uda ngejalaninnya ya dia mah gak terlalu ambil pusing..Semua berjalan baik-baik saja hingga 2 tahun. setelah itu putus nyambung karena satu dua hal. Terakhir dia putuskan untuk mengakhiri ini semua, awalnya aku biasa aja, tapi nyeseknya kira-kira sebulan setelah putus itu dia jadi dengan adek kelasku yang emang sebelum putus uda ada rumor2 mereka deket. Sempet tahu juga kalau cewek itu ngerasa bersalah uda ngerebut dia dari aku, dia takut karma itu bakal terjadi ke dia. Kalau aku si so what aja..
Semenjak putus pun udah gak ada komunikasi lagi sama dia. aku bener-bener kudu move on. Terkadang aku hanya merasa nyesel aja kenapa dulu sempat ada hubungan dengannya, bukan berarti karena dia bukan orang baik, enggak, dia sebenernya orang yang baik, nggak pernah aku merasa dia jahat sama aku. Ya aku kini menyikapinya dengan dewasa, bahwa semua itu pasti ada hikmahnya, Allah itu telah menunjukkan kalau dia tidak pantas untuk mendampingiku. Allah berkata, orang yang baik akan bertemu dengan yang baik, orang yang tidak baik juga akan bertemu dengan yang tidak baik. aku bukan nyesel pernah bertemu dengannya, karena Allah pasti punya alasan telah mempertemukan aku dengannya, aku hanya menyesal kenapa aku harus pacaran, aku merasa itu tidak sebaiknya aku lakukan.. but what can I do now? just regreting? No, I still have my pure future. I still have my own dream that I should fight for.

Sekarang, setelah tujuh tahun dari hari itu, aku bertemu dengan seseorang yang aku harap dia lebih baik, seseorang yang sangat aku harapkan menjadi sosok yang dapat kuandalkan, yang dapat membimbingku menjadi manusia yang lebih baik, sosok yang akan memimpin keluarga kecilku nanti. Semoga hubunganku saat ini bukan hanya untuk main-main saja..
But, kita belum tahu siapa jodoh kita jika kita belum menikah..
tinggal menunggu waktu.
akankah berakhir bahagia seperti yang kami harapkan? only God knows..
Tunggu 7 tahun lagi aja, siapakah yang akan tetap berdiri setia mendampingi dan saling mendukung?













Untuk ibumu...

Untuk ibumu yg kelak jadi ibuku juga...

Ibu, mungkin saat ini kita belum pernah bertemu.. Namun, suatu hari nanti anak laki-lakimu akan memperkenalkanku padamu...

Ibu, jika nanti kita bertemu.. Aku ingin membisikkan sesuatu, aku sangat mencintaimu ibu.. Dan aku sangat mengidolakan wanita sehebat dirimu ibu..

Wanita yang telah melahirkan, juga merawat dan mendidik anak laki-lakinya dengan sangat baik, sehingga ia tumbuh menjadi seseorang yang pantas kujadikan imam bagi keluarga kecilku..

Ibu, maaf bila kehadiranku membuat perhatian anak laki-laki ibu berkurang, namun percayalah bu, ia lebih mencintai ibu, dibandingkan aku...

Semoga Allah senantiasa melindungi ibu kapan saja dan dimana saja.. Termasuk ketika anak laki-laki jagoan ibu sedang sibuk dengan pekerjaannya..

Dan semoga kita segera dipertemukan...

Inspired by @kirahfz


Kesibukanmu

Good night....

 Bisa dibilang sudah seminggu kamu mulai kerja lagi, dan kamu sibuk dengan pekerjaanmu, terlebih lagi kamu lagi memulai bisnismu.. Entah bisnis yang mana lagi yg sedang kamu kerjakan sampai aku nggak tau... Akunya yg terlalu cuek, atau kamunya yg terlalu diam tak menceritakan sedetail itu, atau belum saatnya aja aku tau semuanys... Yah anggap aja, nanti akan ada waktunya tersendiri untuk membicarakannya.. Sepertinya kamu itu tipe orang yg belum mau cerita dulu kalau tak ditanya, dan aki terkadang sudah lelah untuk banyak bertanya jika tidak terlalu direspon.. Ya okelah, komunikssi itu sangat penting, dan sekarang kita masih belum memaksimalkan komunikasi itu... Tak banyak yg kita bicarakan.. Hanya hal2 kecil yg tidak terlalu penting... Dan mungkin lama2 bisa membuatku bosan. 
Bahkan ketika bertemu pun rasanya tidak ada pembicaraan, kau terkadang malah asik main hape sendiri... Padahal, aku sebisa mungkin untuk tak mengutak atik hapeku ketika bertemu... Tak mengaktifkan jaringanku jika perlu, agar waktunkita tidak terganggu. Karena aku beranggapan apwaktu bertemu kita singkat dan itu berharga sekali.. Kita memang masih dalam satu pulau, tapi rasanya sudah cukup jauh untuk bertemu... Kesibukanmu dan kesibukanku membuat kita tak bisa bertemu terlalu sering, selain itu memang kamu yg menginginkannya,, kamu tak ingin jika kita sering bertemu dan itu dapat menyebabkan zina.. Astagfirullah... Aku tau sudah banyak dosaku ini. Ya jika memang tak ingin ini jadi zina, sungguh, aku ingin kau segera melamarku.. Aku tau kamu juga menginginkannya secepatnya, tapi apalah daya, kamu masih merasa belum cukup siap untuk melakukannya secara finansial. Aku tau kamu sedang berusaha untuk segera mewujudkannya, dengan mengumpulkan pundi2 tabungan untuk masa depan kita... Terima kasih abang sayang... 

Aku akan bersabar...


Dewi dee quote

“Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit kembali setelah berkali-kali jatuh. Jangan pikirkan kamu akan sampai di mana dan kapan. Tidak ada yang tahu.
Your strength is simply your will to go on.
Supernova: Partikel”
― Dewi 'Dee' Lestari, Supernova: Partikel


“Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban.
Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu”
― Dewi 'Dee' Lestari, Supernova: Partikel
“Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci.
Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.”

“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.”
― Dewi 'Dee' Lestari, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade


“rasa memiliki itu hidup seperti sel. semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu. dan aku menyimpan sel-sel yang sangat sehat. ia akan terpecah diluar kendali cinta itu sendiri. sel ini terus bertambah dan merambah. mereka hidup melingkari kita, semenjak kita saling mencinta. suka tak suka.”
― Dewi 'Dee' Lestari

“ Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikuti di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan... karena cinta adalah mengalami ”


“Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.” 

Write and read

Hell o world!

Sometimes i love to write a note.. Sometimes i love to read then I talk too much..
It makes me need someone to listen to my story or just keep it in the notes..
Well.. I know you like to write a story, I know you like reading novel too, you do love movie..
But, I never imagine that you and I will make a story together...
It such a shame for me to say.. Yes, we have a future story together. But I think it's not to be writen in a novel.. Let it be a perfect real story for you n I that God write it for us..


Talk and listen

A little bit sensitive... Dont know what I feel... Just feel something wrong with me.  I feel that he walks away from me.. I miss him but I cant say that. I wanna talk much with him but nothing to talk about. I'm speechless, so is he. I feel like i wanna be explode like a bomb, my tear would flow but cant. I cant cry so easyly. Why?? Why??
Why would I?
What's wrong with you? What's wrong with me?
It's hard being far from you, but it's harder when you're near but not talk either... Comunication means everything... I wanna hear your voice... I wanna listen to your story... I wanna I wanna be your listener. But what I do is just complain that you're not... Should I really cry?? 
Kini aku tak lagi tertarik bertanya pada siapa saja kamu pernah menitipkan hati. Hal-hal apa saja yg kamu lalui bersama mereka. Kehangatan khas pasangan kekasih seperti apa saja yang sudah pernah kalian jalani. Bukan karena aku takut cemburu atau patah hati. Kita sudah sama sama dewasa. Ada hal yang jauh lebih penting dari meributkan masa lalu yg sudah melesat pergi.

Kali ini biarkan aku berubah jadi pendamping masa kinimu. Jadi orang yang setia mengecup mata lelahmu. Tempat pulang ternyamanmu. Tapi tidak mengeruk cerita tentang hati yang kamu singgahi sebelum kita bertemu. 😊

Ayah...

Hai ayah...
Aku jarang menulis tentangmu, bahkan mengobrol denganmu pun sekarang ini jarang ku lakukan, meskipun jauh atau pun dekat, komunikasi itu hampir tak ada...
Teringat masa kecilku, kau yang memanjakanku, kau yang mengajariku banyak hal.. Kau yg membuatku menyukai membaca.. Pendidikanku kau yang arahkan.. Kau sangat berpengaruh pada prestasi2 yg kuraih. Dari mulai awal masuk SD ketika beberapa teman sudaj mulai bisa membaca dan menulis, aku sama sekali tak bisa.. Tapi dengan ketelatenanmu lah, cawu satu aku meraih juara 1 dan cawu2 berikutnya aku di juara 2... Planning awal orang tuaku yg ingin aku 2 tahun di kelas 1 pun tidak terjadi, bagaimana tidak, lahh akunya berhasil mendapat prestasi.. Hingga kelas 6 aku ingin lanjut SMP di sekolah favorit seJogja. Well, itu jg berkat keberuntungan, ayah yg berjuang mencari informasi ke sekolah itu, berharap ada yg punya contoh soal2 tes masuk SMP yg berakhir mendapat info bahwa aku bisa masuk jalur nontest karna aku juara 2 saat itu. Ya. Aku masuk ke sekolah favorit tanpa test. Itusungguh ada kebanggaan tersendiri bagiku. Bahkan meskipun aku tidak terlalu pintar, tapi aku tak pernah keluar dari kelas anak pintar,, ya mungkin peringkat bawah di kelas itu. Hingga akhirny aku kepentok nilai UN yg pas2an. Cuma 28,00 dari 3 mapel. Nyesek.. Pengen masuk kota tp ada kuota 25%.. Aku gagal masuk sekolah favorit aku. Ayahku memang sempet pernah berkata paling yo ming ng SMA 1 pakemm. Dan itu kejadian. 
Ketika awal SMA bpk slalu bilang kamu nanti kuliahnya di STTN aja blablabla. Km kudu masuk IPA dulu. Ya aku okeokein aja, karna waktu itu aku belum ada gambaran kedepan. Paling taunya pengen di UGM. Dan ujung2ny bneran masuk STTN. Nyesekkkk... Kayaknya aku pernah crita soal ini. *skip*
Tapi aku beruntung disini akhirnya aku menemukan jodohku *oups* skip lagi*

Ayah... Gadis kecilmu itu kini sudah beranjak dewasa.. Ayah, aku sudah tidak kecil lagi.. Aku sekarang sudah kerja, aku sudah bertemu sosok pria yg akan menggantikanmu membimbingku. Ayah... Tapi saat ini apakah aku sudah membahagiakanmu?? Apa lagi yg kau harapkan dariku?? Aku ingin membahagiakanmu.. Apa yg bisa ku lakukan??
Ayah... Sebenarnya aku tidak suka melakukan pekerjaanku saat ini, tapi aku hanya tak ingin membuatmu malu... Aku tak ingin mengecewakanmu... Salahku kemarin terlalu cepat mengambil keputusan... Aku tak ingin terlalu lama di rumah karna kau yg menginginkan aku segera bekerja... Dan ternyata kerja disini tak semudah yg kubayangkan... Aku tak ingin kau tau. Aku tak ingin Kau juga terbebani... Tapi terkadang aku berpikir aku tak sanggup melanjutkannya ayah. 

Ayah... Maafkan aku ayah... Aku tak tau harus berbuat apa lagi untuk membahagiakanmu tanpa aku juga harus merelakan kebahagiaanku...


Ayah. Aku tetap menyayangimu dan menghormatimu. 

Dari gadis kecil nan manjamu di perantauan