Aku jarang menulis tentangmu, bahkan mengobrol denganmu pun sekarang ini jarang ku lakukan, meskipun jauh atau pun dekat, komunikasi itu hampir tak ada...
Teringat masa kecilku, kau yang memanjakanku, kau yang mengajariku banyak hal.. Kau yg membuatku menyukai membaca.. Pendidikanku kau yang arahkan.. Kau sangat berpengaruh pada prestasi2 yg kuraih. Dari mulai awal masuk SD ketika beberapa teman sudaj mulai bisa membaca dan menulis, aku sama sekali tak bisa.. Tapi dengan ketelatenanmu lah, cawu satu aku meraih juara 1 dan cawu2 berikutnya aku di juara 2... Planning awal orang tuaku yg ingin aku 2 tahun di kelas 1 pun tidak terjadi, bagaimana tidak, lahh akunya berhasil mendapat prestasi.. Hingga kelas 6 aku ingin lanjut SMP di sekolah favorit seJogja. Well, itu jg berkat keberuntungan, ayah yg berjuang mencari informasi ke sekolah itu, berharap ada yg punya contoh soal2 tes masuk SMP yg berakhir mendapat info bahwa aku bisa masuk jalur nontest karna aku juara 2 saat itu. Ya. Aku masuk ke sekolah favorit tanpa test. Itusungguh ada kebanggaan tersendiri bagiku. Bahkan meskipun aku tidak terlalu pintar, tapi aku tak pernah keluar dari kelas anak pintar,, ya mungkin peringkat bawah di kelas itu. Hingga akhirny aku kepentok nilai UN yg pas2an. Cuma 28,00 dari 3 mapel. Nyesek.. Pengen masuk kota tp ada kuota 25%.. Aku gagal masuk sekolah favorit aku. Ayahku memang sempet pernah berkata paling yo ming ng SMA 1 pakemm. Dan itu kejadian.
Ketika awal SMA bpk slalu bilang kamu nanti kuliahnya di STTN aja blablabla. Km kudu masuk IPA dulu. Ya aku okeokein aja, karna waktu itu aku belum ada gambaran kedepan. Paling taunya pengen di UGM. Dan ujung2ny bneran masuk STTN. Nyesekkkk... Kayaknya aku pernah crita soal ini. *skip*
Tapi aku beruntung disini akhirnya aku menemukan jodohku *oups* skip lagi*
Ayah... Gadis kecilmu itu kini sudah beranjak dewasa.. Ayah, aku sudah tidak kecil lagi.. Aku sekarang sudah kerja, aku sudah bertemu sosok pria yg akan menggantikanmu membimbingku. Ayah... Tapi saat ini apakah aku sudah membahagiakanmu?? Apa lagi yg kau harapkan dariku?? Aku ingin membahagiakanmu.. Apa yg bisa ku lakukan??
Ayah... Sebenarnya aku tidak suka melakukan pekerjaanku saat ini, tapi aku hanya tak ingin membuatmu malu... Aku tak ingin mengecewakanmu... Salahku kemarin terlalu cepat mengambil keputusan... Aku tak ingin terlalu lama di rumah karna kau yg menginginkan aku segera bekerja... Dan ternyata kerja disini tak semudah yg kubayangkan... Aku tak ingin kau tau. Aku tak ingin Kau juga terbebani... Tapi terkadang aku berpikir aku tak sanggup melanjutkannya ayah.
Ayah... Maafkan aku ayah... Aku tak tau harus berbuat apa lagi untuk membahagiakanmu tanpa aku juga harus merelakan kebahagiaanku...
Ayah. Aku tetap menyayangimu dan menghormatimu.
Dari gadis kecil nan manjamu di perantauan

0 komentar:
Posting Komentar