How to Live with Lactose Intolerance??

Apa itu "Lactose Intolerance"? Lactose intolerance biasanya terjadi pada orang-orang dewasa. Mungkin ada beberapa diantara kalian yang menghindari makanan dari produk-produk susu, mungkin penyebabnya adalah lactose intolerance ini.. Begitu juga denganku, sejak kecil aku tidak suka dengan susu terutama rasa vanila, dan memang kata ibu, setiap aku minum susu formula aku terkena diare. Jadi apa sebenarnya lactose Intolerance?
Ketika seseorang menderita Lactose Intolerance, ini berarti mereka tidak dapat mencerna laktosa, gula yang dihasilkan secara natural dari produk susu segar. laktosa adalah molekur besar yang tidak dapat diambil tubuh, dan dibutuhkan enzim laktase untuk memecah laktosa menjadi unit gula yang lebih kecil sehingga tubuh dapat menyerapnya. biasanya tubuh menghasilkan sejumlah enzim laktase ketika lahir hingga awal-awal pertumbuhan bayi. tetapi ketika beranjak dewasa, produksi laktase semakin berkurang, dan ini yang menyebabkan gejala ini mulai terlihat ketika remaja atau dewasa. dan ada beberapa tingkatan lactose intolerance. beberapa orang tidak dapat mengatasi berapapun jumlah laktosa, sementara beberapa orang dapat mentolerir dalam jumlah kecil tanpa menunjukan adanya gejala-gejala.
Lactose intolerance biasanya terjadi di antara orang-orang Asia, Afrika, Asli Amerika atau warisan Mediteranian, tapi apalagi umumnya di daerah Utara dan barat Eropa dimana produk susu adalah bagian rutin dari diet sehari-hari mereka.

Lactose intolerance tidak sama dengan alergi susu. Dalam kasus ini, tubuhmu bermasalah pada protein susu, bukan gula. dan ini umumnya tidak dianggap suatu kondisi berbahaya, tapi ini dapat menyebabkan tidak nyaman. tapi, semenjak seorang lactose intolerant butuh untuk menghindari produk-produk susu, penting untuk mereka menemukan cara lain untuk mendapatkan nutrisi yang ada pada susu segar, seperti kalsium dan vitamin D.

Apa saja gejala-gejala Lactose Intolerance?
Gula susu, laktosa, terdiri dari dua molekul gula, satu disebut glukosa dan yang lainnya disebut galaktosa, yang terhubung erat oleh lem kimia. tubuh tidak dapat menyerap laktosa utuh, kedua gula tersebut perlu dipisahkan. enzim laktase - normalnya diproduksi tubuh di saluran pencernaan - memecah lem kimia diantara kedua gula, sehingga tubuh dapat menyerapnya melalui dinding usus.
Tapi, tanpa laktase yang memadai, gula laktosa berpindah melalui sistem dalam keadaan utuh dan tak terserap. saat laktose memasuki bagian yang lebih rendah dari sistem pencernaan, bakteri yang secara natural berada disana memecah gula - menghasilkan gas dalam jumlah besar pada proses itu. ini yang menyebabkan gejala umum dari lactose intolerance - seperti gas, kembung, kram/ kejang dan diare, yang biasanya muncul antara 30 menit sampai 2 jam setelah memakan laktosa.

Saran untuk Orang yang menderita Lactose Intolerance
Mereka yang menderita lactose Intolerance tahu harus menghindari produk susu segar. susu dan minuman yang terbaut dari susu, mentega susu, es krim, sour cream, dan keju adalah sumber utama dari laktosa. beberapa orang menemukan bahwa mereka dapat mengatasi dalam jumlah kecil keju keras dan yogurt, hal ini dikarenakan beberapa laktose di dalamnya telah pecah seiring dengan lamanya keju dan yogurt yang difermentasikan.
Selain dari produk susu, hati-hati dalam membaca label adalah keharusan, dikarenakan laktosa bisa terdapat pada bermacam-macam makanan. laktosa dapat ditemukan pada roti dan makanan yang dipanggang, sereal, soup, snack, daging yang diproses, salad dressing, permen, dan bahkan pada nondairy creamers dan whipped topping. Susu, susu padat, susu bubuk dan whey pada label adalah indikasi baik kalau ada laktosa, tapi juga perhatikan kata-kata mentega, milk by-product, nougat, caseinate dan rasa keju - semua dapat mengindikasikan adanya laktosa.
untuk orang yang mau memasukan susu sapi dalam produk dietnya, bisa dengan susu bebas laktosa, yogurt dan keju lembut. atau dapat dengan alternatif susu lainnya seperti susu kedelai, nasi, almon atau hemp. satu hal yang perlu dicatat, beberapa susu yang tidak benar-benar memiliki protein, kalsium dan vitamin D yang sama dengan yang terkandung pada susu sapi.
Mencari sumber kalsium dan vitamin D tidak hanya dari produk olahan susu, dapat ditemukan pada daun-daun hijau, brokoli, tahu dan beberapa alternatif susu yang menyediakan kalsium. vitamin D biasanya dapat ditemukan di ikan, telur dan hati, dan beberapa alternatif susu juga terdapat vitamin D juga. untuk kalian yang merasa kesulitan menemukan kebutuhan ini, suplemen kalsium dan vitamin D dapat membantu, seperti pada Herbalife formula 1 Shake yang mengandung vitamin D dan kalsium. ^^

0 komentar:

Posting Komentar