Sedikit Pencerahan untuk Wanita yang sedang menunggu

Ketika perasaan sedang bercampur aduk, tidak tahu harus bagaimana, terutama setelah pembicaraan kemarin itu, bahwa pada intinya kamu masih butuh waktu untuk datang menemui orang tuaku, aku menemukan artikel "Kemapanan dan Harga Diri Laki-Laki"
dan semoga ini bisa membuatku lebih mengerti alasanmu...
dan semoga aku bisa mendampingimu dalam mencapai semua target-targetmu itu..

Here the article...

Kemapanan adalah harga diri laki-laki. Jika kemapanan itu diidentikan dengan materi, maka kemapanan materi menjadi harga dirinya. Sebab diluar sana ada laki-laki yang mengartikan kemapanan itu lebih sulit lagi, kemapanan agama. Aku sulit mendefinisikannya, tapi aku tahu seperti apa kemapanan agama itu. Tapi, mari kita kesampingkan dulu hal itu, kita bahas dibelakang.

DItengah era kapitalisme seperti saat ini. Materi memiliki peranan penting bagi laki-laki. Itulah harga dirinya di depan orang tua sang perempuan. Hal yang bisa membuatnya berani mendatangi rumahnya dan mengucapkan lamaran. Hal yang bisa membuatnya berdiri tegak dan percaya diri di hadapan sang wali. Menyatakan kehendaknya dan berani menjamin kehidupan anak perempuannya kelak tidak akan kesulitan materi. Setidaknya sandang-pangan-papannya terpenuhi.

Dan ditengah era kapitalisme ini, (kebanyakan) orang tua tidak akan rela melepaskan anak perempuannya kepada laki-laki yang tidak jelas kemana hidupnya. Setidaknya semuanya distandarkan pada pekerjaan yang dimilikinya saat ini. Bagaimana menghidupi anak perempuannya yang selama ini hendak dibuat sempurna hidupnya. Tidak rela membiarkan anaknya dibawa hidup susah. Meski, sang anak tidak masalah dengan semua itu.

Dan bicara mengenai harga diri, jangan sekali-kali mengusikanya. Ketika ia jatuh, ia tidak lagi menjadi laki-laki. Seperti kasus dari cerita seorang teman. Ketika istri memiliki posisi tinggi dengan gaji sebulan serasa satu tahun kerja. Laki-lakinya diminta tinggal dirumah. Mengurus anak, mencuci baju, menjaga rumah. Sangat ekstrim memang. Hingga pada akhirnya laki-laki ini benar-benar kehilangan kendalinya, ia tidak bisa mengontrol dan membimbing istrinya sendiri. Hilang harga diri dikeluarga besarnya.

Kemapanan membuat laki-laki lebih berani. Mari kita saksikan, laki-laki dengan kemapanan lebih berani mendatangi perempuan yang dia idamkan. Beda dengan laki-laki yang masih tidak bisa menanggung hidupnya sendiri. Susah payah mencari rejeki yang dijanjikan. Mana berani dia datang ke orang tua perempuan. Ditanya apa jaminan bagi anak perempuannya. Hilang kata ditenggorokan.

Itulah sebabnya laki-laki, pada umumnya, begitu mengejar kemapanan. Hingga usia diatas 25 masih belum memutuskan hendak mengambil teman hidup. Ada hal yang menurutnya belum terpenuhi, dan lagi-lagi soal materi. Dan standar kemapanan setiap laki-laki tidak sama.

Kemapanan ini adalah harga diri laki-laki. Ketika kamu bertanya, kenapa sih lama  banget gak dilamar aja dan dia menjawab, “aku belum mapan”. Maka tahanlah amarahmu, memang seperti itulah laki-laki pada umumnya. Dia hanya ingin memastikan semuanya baik-baik sejak awal. Cukup sulit mengubah paradigma umum seperti ini. Bahwa laki-laki harus memiliki pekerjaan tetap dahulu, memiliki rumah tinggal, atau apapun itu sebagai bukti bahwa dia bisa menjamin kehidupan seseorang.

Kemapanan ini membuat bahunya berdiri tegak dihadapan teman-temannya. Tidak akan direndahkan posisinya hanya karena kekurangan daya. Dihormatinya dia karena kemapanannya itu.

Dan selalu ada anomali di dunia ini kan?

Pemahaman hidup tiap laki-laki tidak sama, pemahaman orang tua pun tidak sama. Ada dan selalu ada yang mengartikan kemapanan itu bukan sebagai materi. Tapi kemapanan agama. Maka aku ingin kabarkan sedikit kepadamu, bahwa diluar sana ada laki-laki yang melihat materi tidak lebih dari dirimu. Dan selalu ada orang tua perempuan yang paham bahwa ada yang lebih utama dari sekedar kemapanan materi laki-laki. Aku banyak menemui ini, orang-orang yang percaya bahwa kemapanan materi bukanlah standar yang layak untuk diambil.

Meski begitu, laki-laki akan terus berupaya mencapai kemapanan materi. Sekedar untuk memastikan hidupmu dan anak-anakmu kelak tidak akan kesusahan. Maka bersyukurlah perempuan yang mampu mendampingi proses kemapanan itu. Karena tidak semua laki-laki mau mengajakmu bersusah payah untuk itu, mereka pada dasarnya ingin memastikan semuanya telah kokoh sejak awal.

Kepercayaan itu penting untuk kau berikan berikan kepadanya. Dan sekali-kali, janganlah merendahkan harga dirinya. Bagi laki-laki pada umumnya, harga dirinya tidak bisa ditawar oleh apapun. Sebab itulah bentuk kelaki-lakiannya. Dukunglah proses itu dan jagalah harga dirinya. Jagalah harga diri itu dihadapannya dan dihadapan orang lain. Percayalah, dengan begitu kau akan mendapatkan hati dan cintanya. Sekalinya dia mencintaimu, dia akan menjadikanmu ratu.
Meski aku tahu, bagimu tidak masalah laki-laki datang kepadamu dengan ketidakmapanannya. Dan kamu ingin sekali memberikan peranan untuk mencapai kemapanan itu, bersama-sama. Tidak semua laki-laki memahami ini. Tidak semua orang tua perempuan paham seperti ini. Tidak semua laki-laki pula percaya begitu saja pada kata-kata suci ini, bahwa kemapanan iman jauh lebih penting dari harta dan intan berlian.
Maka, aku sarankan kamu mencari laki-laki yang memiliki pemahaman yang baik. Agar hidupmu kelak tidak hanya mengejar dan memenuhi materi. Agar dalam keluargamu kelak, tidak semuanya distandarkan pada materi. Agar kelak, tidak disibukkan dengan mencari materi. Carilah yang benar-benar memiliki pemahaman yang baik. Kamu tahu kan cara mencarinya?

Dan ini ada pendapat dari sudut pandang wanita di artikel "Kemapanan Karakter"

Ada hal yang jauh lebih penting daripada kemapanan itu sendiri. Teman baikku menyebutnya sebagai modal kemapanan. Sesuatu yang tidak berubah dari jaman dulu hingga ribuan tahun mendatang. Modal kemapanan itu adalah karakter. Tentu saja karakter yang baik. Kemapanan berupa kekuatan finansial akan berubah seiring waktu, dia tidak melekat secara utuh. Bisa tiba-tiba hilang begitu saja.

Karakter melekat pada diri dan ada di dalam diri manusia. Sedangkan kemapanan materi berasa dari luar diri manusia, bisa hadir dan bisa hilang dengan mudah, tidak melekat.

Karakter seperti jujur, bertaqwa, baik, santun, lemah lembut, ulet, pekerja keras  dll sifatnya jauh lebih abadi dibanding kemapanan itu sendiri. Kemapanan finansial bisa didapat melalui karakter-karakter baik itu. Meski bisa juga terjadi seseorang menjadi kaya raya karena mendapat banyak warisan dari orang tuanya. Akan tetapi, jika ia tidak memilki karakter baik itu, lihatlah berapa lama semua kekayaannya akan bertahan. Atau mungkin juga harta benda seseorang hilang sekejar karena bencana alam atau sejenisnya. Untuk makan pun tidak ada. Apa yang membuatnya bisa bertahan dan bangkit? Karakter baik lah yang akan membuatnya mampu melalui semua proses itu.

Parameter mapan akan selalu berubah dan hampir tidak ada tolok ukur pastinya. Setiap orang berbeda. Akan tetapi, modalnya tetap sama. Yaitu karakter baik. Itulah mengapa memilih seseorang dengan karakter yang baik jauh lebih penting daripada soal kemapanan itu sendiri.

Materi yang didapatkan dengan modal karakter baik akan memiliki nilai keberkahan, karena dia akan menjaga segala sumber materi itu agar mengalir melalui cara-cara yag berkah. Tidak hanya sekedar dapat dan asal melimpah.

Laki-laki banyak yang abai dalam mempersiapkan karakter ini. Lebih sibuk mempersiapkan diri dengan hitungan rupiah dan memiliki rumah atau semacamnya. Sementara pendapat teman baik saya ini sendiri mematahkan keyakinan saya soal materi dan kemapanan.

Perempuan, pada dasarnya tidak begitu melihat kemapanan finansial sebagai sesuatu yang harus dan wajib. Namun melihatnya sebagai sebuah bukti kesiapan. Laki-laki yang siap secara finansial untuk memberi nafkah tentu baik.

Namun, perihal karakter ini benar-benar telah memporak-porandakan apa-apa yang selama ini menjadi salah dan terlalu berlebihan. Bahwa karakter baik akan mengantarkan seorang laki-laki ke dalam segala kesiapan baik batin maupun fisik. Tidak melakukan penundaan atau bahkan meminta seseorang perempuan untuk menunggu hanya karena alasan belum siap secara finansial. Karakter baik ini akan menjauhkan seseorang dari prasangka buruk dan ketakutan soal rejeki. Bahwa rejeki itu akan dijamin selama ia mau mengusahakan.

Kata teman baik saya, tidak penting berpenghasilan tetap, yang terpenting tetap menghasilkan. Orang dalam hal ini laki-laki dengan karakter baik akan tahu dimana tanggungjawabnya.

Tidak hanya sebagai seorang suami saja dan juga kelak ketika menjadi ayah. Tidak hanya pandai ‘membuat anak’ tapi juga ikut serta dan pandai mendidik anak. Teman baik saya menambahkan, hampir tidak ada kisah cinta yang terbaik dalam sejarah yang menceritakan soal kemapanan finansial sebagai tolok ukur utama. Wanita-wanita utama dalam islam pun tidak memilih seseorang lantaran kekayaannya, namun ketaqwaan dan keimanannya. Sesuatu yang jauh lebih abadi daripada materi. Sesuatu yang akan membuat seorang laki-laki mau berusaha keras dan sadar kewajibannya.

Lalu bagaimana caranya melihat karakter seorang laki-laki, pertanyaan ini tentu akan menjadi berbeda. Tidak ada rumus khususnya karena karakter itu akan muncul dengan sendirinya. Sesuatu yang alami dan berjalan dibawah kesadaran.

Gunakan mata hati kita untuk melihat. Betapa banyak sebenarnya laki-laki baik di sekitarmu. Juga betapa banyak laki-laki yang pura-pura baik, menutup-nutupi segala kekurangannya dan melipatkangandakan segala kelebihannya sebagai mana para pencinta yang mabuk oleh romantika masa muda yang melenakan itu.

Karakter yang baik akan memberikan kesadaran bahwa mencintai itu bukan hanya soal waktu, namun soal keimanan dan ketaqwaan. Bahwa mencintaimu tidak dan jangan sampai mengkhianati Tuhan. Apalagi menentang segala aturan-Nya. Cinta yang baik akan lahir dari karakter seseorang yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar