Ada kalanya, dalam sibuknya aktivitas kita. Kita merasa kosong lantas bertanya untuk apa semua ini kita lakukan. Ada kalanya, dalam sepinya hari yang kita jalani. Kita merasa lelah lantas bertanya kemana perginya orang-orang.
Ada kalanya kita ingin sendri. Ada kalanya kita ingin berteman. Sayangnya, tidak semua orang mampu mengerti keadaan kita, terutama keadaan hati. Ada kalanya kita ingin dibiarkan, tidak ditanyai, bahkan tidak perlu dipedulikan. Kita hanya ingin demikian meski tanpa alasan.
Ada kalanya kita berpikir bagaimana rasanya menjadi seperti dia atau mereka. Ada kalanya kita pun ingin tahu tentang banyak rahasia. Sampai kita lelah.
Ada kalanya, kita sibuk dengan pikiran kita sendiri. Menertawakan kesendirian kita yang begitu mencekam. Betapa mengerikannya pikiran orang yang sendirian.
Hidup itu adalah kala adanya kita dunia ini berubah, Tuhan tidak bercanda saat menciptakan kita sementara kita menjalani hidup dengan bercanda. Besok mungkin kala kita tiada, kita berharap ada kesempatan untuk mengulang semua ini.
Ada kalanya kita takut mati, ada kalanya kita seolah-olah ingin mati saja. Sudah ku katakan, betapa mengerikannya pikiran orang yang sendirian.
Esok
Esok, ketika kekecewaan dan kesedihan hari ini membuat kita tersenyum. Tersenyum karena kita mengerti dan memahami mengapa kesedihan dan kekecewaan itu harus kita alami hari ini. Kita bersyukur bahwa apa yang terjadi hari ini mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang hakiki.
Esok, ketika segala penolakan yang kita terima membuat kita tersenyum. Tersenyum karena kita menyadari bahwa penolakan itu membuat kita menemukan apa yang sejatinya untuk kita, kita menemukan ketulusan yang kita cari susah payah hari ini.
Esok, ketika segala pengorbanan kita membuat kita lega. Karena tidak ada yang sia-sia dari sebuah perjuangan dan kita menyadari bahwa apa yang sedang kita korbankan hari ini, entah itu waktu kita, tenaga kita, bahkan perasaan kita. Esok, seluruhnya tergantikan dengan sesuatu yang tak terduga dan itu membuat kita merasa pengorbanan ini terasa sangat berharga.
Esok, ketika kita telah sampai pada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan hidup kita hari ini. Menjadi apa nanti? Siapa pendamping hidup kita? Berapa anak kita? Kerja dimana? Tinggal dimana? dan segala pertanyaan yang membuat kita resah. Kita memahami bahwa keresahan itu membuat doa-doa kita lebih memiliki kekuatan, lebih tulus, dan lebih berserah.
Esok, apa yang terjadi dalam hidup kita hari ini. Akan kita pahami esok hari. Terus melangkah, meski melelahkan, meski menyita perasaan. Tujuan itu tidak akan kemana-kemana. Jangan berhenti, nanti tidak sampai :)
Memulai
Selalu ada awal untuk segala sesuatu. Segala sesuatu di dunia ini memiliki awal. Cita-cinta kita juga butuh awal, awal untuk memulai langkah menujunya. Langkah pertama itu berat, tidak semua orang bisa memulai.
Hari ini, langkah itu dimulai. Sebagaimana setiap keputusan pasti memiliki resiko, memiliki konsekuensinya masing-masing. Siapkan diri dan hati untuk apapun yang nanti terjadi atas keputusan yang telah kita ambil.
Hari ini, kita belajar bahwa memulai langkah itu berat. Menjalaninya pun juga tidak mudah. Kita membutuhkan banyak doa untuk melangkah, kita membutuhkan banyak dukungan untuk terus berjalan.
Saat langkah itu dimulai, esok hari tidak akan lagi sama. Saat langkah itu diambil, masa depan akan perlahan berubah. Bukankah Allah akan mengubah keadaan suatu kaum bila kaum itu berusaha untuk mengubahnya?
Langkah pertama itu akan menentukan takdir mana yang akan kita jalani. Takdir mana yang nantinya akan menjadi jalan cerita.
Butuh keberanian bagi manusia untuk memulai. Bahkan ada yang mengumpulkan keberaniannya beberapa tahun. Hanya untuk mengucap sepatah kalimat, menemui seseorang, atau memperjuangkan seseorang.
Selalu ada awal untuk segala sesuatu. Jangan sampai esok hari kita menyesali hari ini, saat kita sebenarnya bisa memulai dan kita tidak memulainya.
Bismillah untuk setiap langkah apapun yang ingin kita perjuangkan, sekolah, impian, bahkan kehidupan yang kita damba, keluarga, apapun itu. Buat langkah pertama itu sebaik mungkin agar ia menjadi parameter untuk langkah kita berikutnya. Jangan salah memulai, hati-hati.
Semoga Allah melindungi kita dari setiap keputusan yang telah-sedang-dan nanti kita ambil. Aamiin
Pasti (Akan) Ada
Pasti ada orang yang mampu menerimamu, seburuk apapun masa lalu yang kamu miliki. Orang yang bisa dengan lapang menerima masal lalu itu dan menenangkanmu dengan kata-katanya. Bahwa itu tidak masalah baginya, karena ia melihatmu hari ini dan mengajakmu ke masa depan.
Pasti ada orang yang bisa menerima segenap kekuranganmu. Ketika kamu sibuk menutupinya. Ia akan tersenyum dan mengatakan kepadamu untuk menjadi dirimu sendiri saja. Apa adanya.
Akan ada orang yang rela memberikan segenap perhatian hidupnya untukmu. Meski kamu pada dasarnya bukan siapa-siapa. Dia ada untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanmu diatas. Apa ada orang yang bisa menerimamu? Jawabnya, ada.
Akan ada dan pasti ada. Orang yang bisa menerimamu sedemikian rupa. Kamu akan menemukannya hanya bila kamu berani mengungkap dengan jujur tentang siapa dirimu. Bagaimana masa lalumu. Apa saja ketakutanmu.
Kau akan menemukannya saat kau berani jujur tentang dirimu sendiri.

0 komentar:
Posting Komentar