Hasil Pemeriksaan

Ini bukan foto hasil usg kehamilan seperti yang mungkin kalian pikirkan. Ini adalah lembaran lembaran hasil pemeriksaan bagaimana rahimku selama ini sebelum hamil. Pemeriksaan yang kulakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan orang yang terkadang menusuk hatiku, kenapa belum hamil? Dan pasti dalam pikiran kebanyakan orang,yg dipertanyakan adalah kondisi wanita, si istri. Penyebab dari belum adanya momongan dalam suatu pernikahan.
Memang, dari sebelum menikah, periode menstruasi-ku tak teratur. Kadang-kadang bisa 2 bulan tidak mens, dan aku pun biasa aja. Karena ya kupikir selama aku tak melakukan hubungan seks ya berarti aku bukan telat mens karna hamil. Sakit perut kram biasany kurasakan seminggu sebelum mens, dan kadang kalau udah deket-deket mau mens trus kena panas matahari, bisa kliyengan kurang oksigen di otak dan akhirnya pingsan. Mungkin karna tekanan darah rendah. Aku tak pernah sekalipun yg benar-benar cek dan konsul ke dokter kandungan, karna ku masih takut kalo kenapa-kenapa dan belum menikah. Jadi ku biarkan saja hingga akhirnya menikah.
Setelah beberapa bulan menikah, mens mulai teratur, tapi masih siklusnya panjang sekitar 35-40hr. Keluarga mulai kasak kusuk, nyuruh periksa, nyuruh konsul sama bidan. Trus ke bidanlah berdua suami. Konsultasi ini jadwal menstruasi gak teratur tanggalnya sekian ke sekian dll. Trus ngitung masa suburnya gimana bu? Tanpa dinyuk nyuk cek perutnya atau gimana gitu, sama bu bidan dikasihlah obat hormon. Disuruh minum rutin 30hr. Nurut. Belum ada seminggu, perutku sakit, kram hebat. Dan ku tak berani minum obat lagi. Itu obat mahal-mahal akhirnya cuma disimpan doang.
Selang bulan, lihat ada bukaan klinik dokter kandungan dekat kantor suami. Kuajaklah dia kesana. Karan kulihat dokternya perempuan. Pikirku bakal lebih nyaman. Pas disana ternyata perawatnya masih temen sekolah suami. Usg untuk pertama kalinya. Cek rahim seperti apa kondisinya. Dengan keluhan kalau mau mens sakit dan lain sebagainya. Dokternya mendiagnosa ada endometriosis atau adenomiosis di rahim. Apa itu? Pas dijelasin kepalaku dah puyeng buat nangkap istilah baru dalam hidupku. Ngeri itu penjelasannya, kek semacam ada sariawan di rahim gitu. Kalau baca-baca di google katanya kalau parah bisa diangkat rahim. Intinya abis itu dikasih obat hormon lagi. Katanya ini beda dari yang obat sebelumnya. Masih nurut buat minum. Kemudian mens maju sekitar 10hari dari tanggal bulan sebelumnya. Periksa lagi. Dan dikasih obat yang beda lagi, suruh minum sampai habis. Kalau udah habis ke dokter lagi. Sampai hari ke -15 masih mens, tak seperti biasanya yang hanya 7hari mens. Ketika periksa di dokter dan di usg, di hari ke 15mens itu masih ada penebalan dinding rahim. Padahal logikanya sudah luruh dan itu dah hari ke15loh. Disuruhlah kuret sama dokternya, mau dicek darahnya nanti ke lab patology. Bayanganku udah makin ngeri aja itu. Belum mikir biaya. Belum urusan-urusan repot, belum sapa yg ngurusin manjanya aku. Waktu itu bulan Maret, memang sudah ada planning mau ke Jogja. Jadi kuputuskan sekalian periksa di Jogja aja yg notabene misal memang harus ada penanganan lanjut, fasilitas dan alatnya memadai. Karna misal memang mau dikuret di Linggau pun, nanti sampel darahnya tetap dibawa ke Lab di Palembang, belum nunggu hasilnya.
Awalnya ku cerita sama sepupuku yg tinggal di Bengkulu, dia emang agak khawatir kalau periksa sama dokter daerah gitu. Jadi dia pun menyarankan buat periksa dulu di Jogja nyari second opinion. Sempet cerita sama mami dan mami langsung beliin kunir putih kapsul. Ku konsumsi itu tiap hari.
Efek stress, mensnya agak mundur lagi.  Pas sampai Jogja, langsung mens. Ini menandakan aku happy dan langsung makproll keluar. Mau langsung konsul ke dokter di klinik tapi kata mami mending setelah selesai mens aja. Baru setelah mens ke klinik AnNisa dan di cek usg transvaginal. Kata dokternya ini semua hasilnya bagus. Tapi kalau mau memastikan lagi, periksa lagi pas mens antara hari 1-3. Walah. Jadi harus nunggu sebulan lagi biar bisa cek. Langsung minta pertimbangan suami kan, ya masalahnya ninggalin suami sebulan lebih tu rasanya nano nano. Meskipun suami pun sebenarnya mengizinkan, demi kebaikan semua. Pas dah sebulan dari mens sebelumnya kok rasanya lama banget gak mens-mens, udah galau pengen cepet ketemu suami.. trus pas akhirnya mens, ke klinik pun jadwal dokternya beda hari, jadi nunggu hari ketiga mens baru bisa kesana. Akhirnya konsultasi dan dibilang semuanya bagus kondisinya, kanan kiri oke. Jalurnya juga baik baik aja. Legaaa. Tapi abis itu mikir, jadi yang kemarin dibilang ada endometriosis itu sebenernya pernah ada trus ilang karna konsumsi herbal atau emang dari awal tak ada? Ku pun tidak nyari pendapat dari dokter lain. InsyaAllah semua baik-baik aja. Dokternya yang ini memang spesialis fertilitas, jadi misal yang bermasalah dengan kandungan dan keturunan bisa konsultasi sama beliau. Beliau juga bilang, ini nanti kalau misalnya sudah 1,5th menikah belum hamil ya periksa  lagi berdua.Setidaknya ku pulang sudah lega, sudah tau kondisiku baik-baik aja, rahimnya normal. Meskipun periode menstruasinya masih panjang, dan tidak yg teratur banget 35hari terus gitu. Udah nggak berani minum obat macem-macem pun. 


Saranku, buat istri-istri di luar sana yang sedang merasakan kegalauan belum diberi momongan, tak perlu terlalu risau.. Allah pasti beri rejeki di waktu yg tepat dan sesuai dengan kesiapan kita. Untuk perihal mau ikhtiar lewat apa, itu juga tergantung kondisi masing-masing. Jika masih dalam waktu kurang dari 1,5tahun menikah dan tinggal bersama, kata dokter masih tidak masalah. Baru setelah melewati masa itu, mau cek dan konsultasi kondisi masing-masing lebih baik, jadi segera bisa ditangani misal ada kendala. Dan pastikan cari dokter yang memang mumpuni, misal perihal ini, cari dokter specialis fertilisasi. Jika perlu cari second opinion ketika didiagnosa penyakit tertentu. Baru setelah yakin kondisi kita seperti apa, cari solusi yg terbaik sesuai dengan kondisi tersebut. Karna banyak ikhtiar, yang bisa jadi cocok buat aku belum tentu cocok buat orang lain. Begitu juga sebaliknya. Pastinya, balikkan semua pada Allah Sang Pencipta, Sang Maha Pemberi. Minta dan terus minta keridhoanNya..

0 komentar:

Posting Komentar