care about you, is that a sin?


To be honest, I really wanna care about you..
I want you to know how is my feeling to you without I tell you..
Loving is not using brain, but heart.. love is showed by what we're doing not only what we said. If we really love, we'll care more to the one we love.
Is that wrong that I do?
Do you think that I disturb you?
Do you want to be apart with me?
Then what should I do to make you smile?

Best Friends

Are we friends or are we dating?
These days I've been confusing about you, even more about me

We also watch movies, also go for a walk
Then I'm telling you the secret deep inside

Our friendship is something closer than lovers
But what should I do?
I've grown so fond of you, baby

Before I know it, everything of you
I've grown fond of everything of you
Silently, more silently, I will come closer to you
I like all that you are, like everything
Even though the words "I love you" aren't said
Please just stay with me like this,
Please promise me, forever

My heart wants to confess everything like a man
You'd better catch my heart,
You'd better know my heart, baby

The love that is more precious than love
I want to forgive my all
Slowly, more slowly, I will give all my heart
I like all that you are, like everything
Even though those words are awkward
Please be there, sometimes as friends,
sometimes as lovers

"There's no friendship between boys and girls"
I didn't believe back then
No, even though we become lovers
we will continue being even better friends

I will listen to you
More than the words "I love you"
We still, with our sweet feelings
Little by little, starting from today
I like all that you are, like everything
Your hands that I took, I won't let go
But instead I will be by your side
saying "I Love You" forever

Remember something

Sudah lama tak kudengarkan lagu-lagu dari Secondhand Serenade yang dulu sangat ku sukai. Lagu-lagunya yang selalu mewakili perasaanku. Ku buka lagi list semua albumnya, memutar kembali memoriku ke tahun 2008. Tahun yang penuh dengan kenangan, bahagia, canda tawa, tanggis, sedih dan segala rasa ku alami waktu itu. Tahun ketika aku mulai beranjak dewasa, ku temukan persahabatan, cinta dan perpisahan. Masa dimana aku bertemu dengan orang baru yang kemudian dengan mudahnya aku meninggalkannya tanpa beban, karna aku menemukan seseorang lain. Baru akhirnya ku sesali semua perbuatanku itu. Entah apa yang aku pikirkan saat itu sampai aku bisa melakukan itu. Seakan karma itu datang padaku, ketika tahun 2011 aku pun ditinggalkan. Kebahagianku pada tahun-tahun bersamanya seakan hancur begitu saja. Namun kini ku sadari, kebahagian saat itu hanya kebahagiaan sementarai dan aku tidak boleh berlama-lama larut dalam kesedihanku. Aku yang sekarang adalah aku yang berbeda. Aku tak ingin menyakiti orang-orang disekitarku lagi. Aku ingin bahagia bersama mereka yang menyayangiku.

what kind of relationship it is!


Bertambah lagi orang yang berpikiran berbeda tentang aku. Banyak yang ternyata menganggapku berpacaran, padahal sesungguhnya aku belum.
Setelah dulu aku pernah digosipkan dengan Mr. Blue. aku  menyadari kenapa mereka bisa berpikiran begitu. itu semua karena aku memang sering bersama Mr. Blue maupun Mr. Knight. Walaupun tidak hanya dengan mereka berdua, aku biasa berkumpul dengan empat sahabatku, Mr. Blue, Mr.Knight, Ms. Wind dan Mr. Giant. Memang mungkin waktu itu aku lebih sering bersama dengan Mr. Blue, karna memang dari awal kita uda jadi sekelompok waktu awal pertemuan, dan ternyata ketika dalam organisasi pun kita jadi pasangan ketua dan sekretaris. Tak bisa dihindari, aku melewatkan waktuku bersamanya lebih banyak daripada dengan yang lain yang kurang begitu aktif dalam organisasi kampus. tapi di luar itu, kami semua tetap berkumpul. Biasanya kami berkumpul di kos Mr. Blue, dari kosnya yang dulu masih sempit sampai sekarang yang cukup luas untuk berkumpul. Kami suka nonton di Moviebox ato pergi jalan-jalan dan berkuliner.
karna kedekatanku itu, banyak yang mempertanyakan hubunganku dengan mr. Blue, bahkan teman2 sekelas pun juga sering meledekku. Padahal pada kenyataannya aku dan dia tidak ada perasaan lebih. Kami saling menjaga perasaan masing-masing. Aku berusaha untuk membuat orang tidak mengira aku dan mr. blue dekat as woman-and-man tapi aku dan dia yang dekat sebagai sahabat. Aku tak tahu harus berbuat apa, aku hanya sedikit menjaga jarak dengannya, dan setelah selesai kepengurusan, dia telah memiliki kesibukan sendiri. Kami berlima yang biasanya makan siang bersama, sekarang sudah tidak lagi lengkap, karna dia uda mulai catring. sebenere tidak masalah sih, tapi jadinya sekarang lebih jarang kumpul lagi.
rasanya memang kurang lengkap kalo tidak ada dia, tapi kami berempat tetap sering makan siang bareng.

Awal semester ini, aku mendengar cerita dari salah satu teman sekelas, dia ditanyai oleh anak angkatan baru apa Mr.Knight itu pacarku, dan untungnya temanku itu mengatakan kalo kami tidak.
sedikit melegakan sih, aku cuma gak pengen menutup kesempatan orang untuk menyukai Mr. Knight, dan orang yang mungkin menyukaiku. Walopun pada waktu itu, temen-temen cowok ada yang bilang, kalo aku suruh deketin dia aja, biar gak ada yang deketin Mr.Knight dan dia gak duluin temen-temen untuk punya pacar. Tapi ternyata yang mempertanyakan itu tidak hanya cewek itu, ada beberapa juga yang mengira dia adalah pacarku. entah ini bisa dibilang beruntung ato tidak, tapi aku hanya merasa tidak nyaman.
Beberapa waktu setelah itu,entah kenapa aku ngerasa sikap dia sedikit berbeda, sedikit aneh bagiku. dan aku baru menyadari, sesungguhnya dia telah banyak berbuat denganku. banyak yang telah dia lakukan untukku.
terkadang kebaikan itu tidak tampak di mata kita, ketika kita terlalu asik dengan dunia kita sendiri. Aku tak tahu ini hanya aku yang kegeeran ato apa, tapi dia beberapa kali ini mengajakku pergi bersama.
beberapa kali aku tak sengaja melihat dia seperti memerhatikanku, tapi sesaat kemudian dia ngejek-ngejekin aku. gara-gara Mr.Knight dan Mr. giant, aku jadi dikenal dengan nama Ms Sotoy SST (Super Sok Tau) >.<"

Kami berlima dijadikan satu tim dalam proyek pembuatan maket gedung reaktor, dan akhirnya kami jadi sering berkumpul lagi. meskipun terkadang Mr. Blue absent untuk kesibukannya.
semakin sering waktuku bersama mereka, dan aku hampir tiap hari bersama Mr. Knight. kita saling share, berbagi cerita, perhatian satu sama lain, tapi selama ini tak pernah terlintas dipikiran kita, untuk jadi sepasang kekasih.
Mungkin rasa itu muncul, tapi bagiku ini adalah perasaan antar sahabat. Aku tidak ingin terlalu cepat untuk menyimpulkan, biarlah semuanya berjalan dengan semestinya. Aku hanya bisa berharap yang terbaik untuk semuanya, untuk hubungan kita selanjutnya sampai tua nanti.
Anyeong :)
I'm back.

besok itu hari senin ya? uda malem gini belum juga berasa ngantuk, padahal kalo dulu jam segini uda harus tidur, cz besok itu senin men, kenapa senin? karna kalo tiap senin itu ada upacara.. yah, itu jaman-jamannya sekolah dulu.. sekarang mah beda. tapi jadi pengen nostalgila ni, keingetan masa-masa cupu dulu gitu.

Sebenernya upacara dimana-mana tu sama aja, standar gitu-gitu mulu.. Bedanya Upacara jaman SD, SMP ama SMA aku dulu, emmm..
pas jaman SD tu beneran cupu banget lah, berangkat pagi, pake seragam lengkap, rapi banget, gak ada yang kelupaan, dasi oke, topi oke, serba merah gitu lah. trus sepatu item n kaos kaki putih panjang. barisan upacaranya sesuai kelas masing-masing, dari kelas 1 sampe kelas 6. nah yang kebagian jatah tugas itu gantian. Aku, dulu uda beberapa kali jadi petugas upacara, hampir semua bagian aku coba. yang paling sering tu aku kebagian di petugas yang bawain map Pancasila tu ngekor komandan, uda terpampang di depan, diliatin semua orang, panas pula. SDku itu tempatnya tu depan Pasar pula, jadi kalo pas bareng hari pasaran gitu kan rame, banyak yg nonton.. jaman SD kan aku pemalu gitu.. sekarang mah malu-maluin. pernah juga jadi pengibar bendera lo, men. kalo  gak salah itu waktu kelas 3, masih unyu banget, waktu itu aku ama dua orang sahabatku, Anggi n Ika. aku kebagian yang narik, Anggi yang bawa benderanya, dan Ika  yg membentangkan bendera. entah kenapa waktu itu, aku narik talinya terlalu cepet, gak sesuai tempo, trus jadinya si Ika agak nahan tali yang sebelah, ahha.. untungnya akhirnya juga nyampe ujung kok benderanya. trus pas uda kelas 4 keatas palingan baca doa ato UUD dan selebihnya ikutan dibagian nyanyi, itupun suara juga alakadarnya. kalo dibarisan padusnya, waktu itu urutannya dari tinggi ke pendek, jadi karna aku pendek ya kebagian di belakang, jadilah di belakang cuma ngobrol sendiri, palingan diem kalo ada guru yang deketin, ahhak. trus jaman SD tu terkadang juga ada inspeksi kuku ama guru, dasar emang dari dulu aku gak bisa punya kuku pendek, ya jadi deh kena, kalo gak dicubit ya dipukul penggaris, gak sakit sih, kan gak beneran. palingan gurunya juga uda nyiapin potong kuku gitu. yah, jaman SD dulu masih jarang ngebandel pas upacara. dari sekian banyak upacara jaman SD tu yang paling aku suka ketika pengumuman juara kelas n pembagian semacam piagam gitu, dan beberapa kali lah aku dapet, ahha :D bukannya sombong, tapi secara dulu aku masuk SD tu uda umur belum mencukupi, belum bisa baca tulis, eh tapinya bisa ngikutin pelajaran men, juara lagi. ah sudahlah itu jaman SD.

Masuk SMP awal ya jelas masih cupu gitu, aku masuk SMP 4 Pakem, waktu itu pake jalur non-test a.k.a jalu untuk yang berprestasi. seneng banget pastinya. upacara pertama disana itu kalo gak salah waktu mos (masa orientasi siswa) dan kalo gak salah inget waktu itu pas latian kelasku ditanyain pengen jadi tugas bagian apa gitu, aku malah minta bagian baca doa, entah kenapa waktu itu aku pengen aja gitu. ya akhirnya aku yang jadi. setelah-setelah itu, hampir kayak SD, aku bolak balik jadi pembawa map pancasila, ngekorin pemimpin upacara (AGAIN). beberapa kali juga jadi Dirigen Padus men.. gak bisa nyanyi tapi bertingkah di depan.. Kalo pas gak tugas gitu, kita di bagian barisan, dan karna aku kecil pasti dikasih di barisan depan. oh men, keliatan banget ama guru-guru di depan, gak bisa ngobrol. tapi aku gak paling kecil sih di kelas, minimal aku di baris nomer dua. terkadang kalo telat gitu, suka nyempil di tengah, apalagi kalo atribut gak lengkap, misal gak pake ikat pinggang, gak pake sepatu item n kaos kaki putih. sering banget tu guru keliling buat razia atribut. dan dulu itu aku sering kehilangan topi, jadi kalo uda ngrasa gitu, aku berangkat pagi, keliling kelas nyari topi di laci-laci, sapa tau ada yang ketinggalan, kan lumayan tu, kalo gak ya kepaksa beli.

Ketika SMA uda makin bandel aja, uda keliatan lah, remaja gitu lah biasa. dari awal masuk SMA aja uda telat, apalagi kesehariannya. pernah waktu itu kelas 10 pertengahan, aku ama sahabatku Tika Crucil berangkat bareng hari senin, dan entah waktu itu kenapa kita datengnya telat. uda pasti upacara dimulai. kebetulan kelas kita sama, dan letaknya itu deket parkiran n lapangan. jadi kita masuk parkiran dan ngintip ke lapangan uda mulai upacaranya, kita gak mungkin masuk kelas lewat depan, karna bakal keliatan. akhirnya kita taruh tas ke kelas lewat jendela yang letaknya lumayan tinggi tu, kita sampe agak manjat gitu. abis itu kita nunggu di dapur guru di deket parkiran. selang beberapa lama, ada dua temen sekelas yang datengnya juga telat, trus kita panggil buat barengan di dapur, ujung-ujungnya kita malah ngumpul n ngobrol-ngobrol disana. beruntungnya gak ada guru yang lewat, jadi aman. trus pas upacaranya uda selese, kita masuk ke kelas dengan membaur dengan yang lain, ngakak lah kalo inget jaman itu.. Selebihnya ya kayak upacara-upacara lainnya, tapi memang bandel banget. sepatu gak pernah item, kaos kaki pendek berwarna dan topi pun masih sering ilang.. trus pas kelas 12 tu kadang masuk ke barisan kelas lain, acak banget lah dan yah pastinya ngobrol sana sini :p *oups.

Parah abis lah, namanya upacara seharusnya membuat siswanya disiplin dan tertib tapi jadinya malah kayak gini. tapi bandelku kan gak parah-parah banget kok, sante, aku kagak nge-drugs :D aamiin.
tapi jangan nanya soal upacara buat sekarang ya.. walopun aku sekarang masih bertitel sekolah tinggi, tapi  aku gak pernah ikut upacara lagi, kecuali waktu itu pas adekku jadi pasukan pengibar bendera di kecamatan, jadi cuma ikut nonton langsung, ahha.. selebihnya gak pernah deh.

yah, buat kalian yang baca, dewasalah! kalian tau mana yang bener mana yang kaga, mana yang bisa dicontoh n dibuang.. aku cuma pengen sharing ceritaku dulu, jangan ditelen mentah-mentah ya :))

beginning

aku gak pengen kalah dengan yang lain.. aku pengen tuliskan semuanya disini.. aku ingin memulai lagi untuk menulis, meski itu belum sebagus tulisan mereka.. meski aku harus berpikir lebih lama untuk merangkai kata, tapi aku yakin pasti bisa.. seperti yang selalu guruku katakan dari dulu, "You can if you think you can, and you can't if you think you can't" dan pastinya "Nothing is impossible"

semua harus diawali dengan niat yang baik, Bismillahirohmanirrohim..

My Secret Feeling

Sebuah perasaan tak terungkapkan, dan hanya bisa ku torehkan kata demi kata dalam lembaran-lembaran kertas.. ku tuliskan semua yang kurasa disana.. meski ku tahu kau tak kan pernah tau isi hati ini tanpa kau membacanya.. dan aku tak berharap lebih kau tau tentang rasa ini..

Semua akan lebih baik seperti ini ketika aku menyukai seseorang yang tak akan pernah menyadarinya, dan semua pun berjalan seperti biasanya... hanya aku yang berbeda... ketika aku mulai menyukai seseorang dan semangatku pun muncul di tiap harinya.. aku merasakan hidupku berubah... ketika kamu yang aku suka tersenyum bahagia akan satu hal dan aku melihatmu... aku pun ikut tersenyum bersamamu dari kejauhan... ketika aku lihat gerak-gerikmu dan aku pun terpana akan pesonamu... aku tahu ada yang lain di hati ini... 

Namun, semua akan berbeda bila kau tahu tentang rasa yang kupendam selama ini... Aku memang bukan Tuhan Yang Maha Tahu apa yang akan terjadi esok, tapi aku hanya bisa menebak segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa yang datang.. semua itu bergantung akan usahaku.. aku sadar, ketika aku menginginkanmu, maka aku harus berusaha untuk mendapatkanmu.. tapi aku kembali teringat akan kondisiku yang tak memungkinkan aku untuk mengungkapkan isi hati ini kepadamu.. semua yang kurasa hanya bisa kusimpan dalam memoriku..

Kemungkinan untuk berada di dekatmu, mengasihimu, mendapatkanmu itu pasti ada dan memang ada.. aku ingin berusaha untuk mendapatkan kesempatan itu.. aku ingin kamu mengerti keadaanku.. dan aku ingin kamu bahagia bersamaku..
Ketika ku tuliskan harapanku itu, aku merasa sedikit egois. apa aku tidak memikirkan bagaimana perasaanmu, perasaan orang-orang di sekitar ini atau bahkan orang lain yang juga menyukaimu??
Ketika semua perasaan ini tak pernah terungkapkan, kita semua tak akan pernah tau apa yang akan berubah. so, haruskah aku ungkapkan semuanya kepadamu???